Sabtu, 10 Februari 2018

Ngaji Medsos di Al Fadlu 2 Kendal, Lha Kok Dianggap Nimses?

Saat ngaji bersama Garda Bangsa Kaliwungu, Kendal, Sabtu (27/01/2018).
Saya hanya ngoceh seputar mudahnya membuat media atau akun medsos dan sulitnya mengelola aset digital hingga menjadi rujukan banyak pengguna medsos. Kita sering dimanfaatkan media, tapi untuk memanfaatkan media, masih perlu pencerahan.

Oleh M Abdullah Badri

PASCA Muktamar Jatman di Pekalongan (15-17 Januari 2018, saya dijapri WA oleh Kang Kaji Ali (Kendal) untuk ngisi ngaji medsos di Al Fadlu 2 Kendal.

Bersama siapa, degan tema apa, saya tidak tahu. Pokoknya berangkat, soalnya hari itu memang ada keperluan ke Kedungmundu Semarang. Jumat (26/01/2018) sore, saya sudah di Semarang bersama teman-teman Ideapers.com.

Sabtu pagi, 27 Januari 2018 saya meluncur ke Kaliwungu dengan motor butut Gigih Firmansyah. Niat napak tilas bapak saya yang dulu ngaji kepada abah nya Gus Alam (pengasuh Al Fadlu 2), Mbah Dimyathi Rois, beserta Mbah Romli.

Sampai di Kaliwungu sekitar jam 9 pagi, kabar acara itu malah ditunda karena peserta muda-muda banyak yang tabarukan Ijazah Kubro Pagar Nusa di Cirebon.

Tanpa protes, akhirnya saya nyoto-sarapan di depan pasar dekat lokasi acara. Pada waktu nyoto inilah beberapa teman japri WA kalau saya disebut hadir di sebuah acara diskusi bertema "Pengelolaan Aset Digital".

Kala itulah saya baru tahu tema dan atas nama penyelenggara acaranya: GARDA Bangsa Kaliwungu. Saya baru tahu hal ini pas menuju lokasi. Bayangkan, siapa yang menggerakkan saya? Hahaha.

Tapi ujug-ujug Kang Kaji Ali nyusul nyoto, ikut sarapan dengan teh manis saja. Peserta yang awalnya bubar diminta kumpul kembali olehnya, via telepon.

Ya sudah, saya tidak jadi balik Semarang. Di situ saya bertemu dengan aktivis medsos kendal, IMNU Kendal, Kontributor Kompas Kendal dan pegiat politik Kendal yang tahu banyak soal kebijakan daerah tapi masih butuh strategi mengelola media online, aset digital.

Saya hanya ngoceh seputar mudahnya membuat media atau akun medsos dan sulitnya mengelola aset digital hingga menjadi rujukan banyak pengguna medsos. Kita sering dimanfaatkan media, tapi untuk memanfaatkan media, masih perlu pencerahan.

Habis sesi saya cuma ngopi dengan Gus Alam, Pak Kaji Ali dan teman di banyak jalan: Gigih. Ini fotonya:

Dari kiri: Gus Alam, saya, dan Kaji Ali.
Akhirnya napak tilas itu ketemu. Saya diberitahu Gus Alam tentang sosok Kiai Romli, Guru bapak saya di Kendal, selain Mbah Dimyathi Rois.

Foto Mbah Romli bersama Mbah Dimyati Kendal
Barangkali, itu yang menggerakkan saya datang ke Kendal tanpa detail tema acara dan peserta.

Cuma, ada yang japri saya begini: "Lagi nimses (jadi tim sukses Pilkada) tah, kang?" Wkwkwkw. [badriologi.com]
Komentar
0 Komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar