Sabtu, 10 Februari 2018

Niat Baik Membangun Makam Wali Belum Tentu Maslahat

Makam Sunan Bonang, Tuban, Jatim
"Kalian harus siap jika setelah membangun makam itu akan mengakibatkan gunung Muria Horeg (oleng) dan Laut pecah?"

Oleh M Abdullah Badri

JUDUL di atas sengaja saya buat untuk menyimpulkan kisah seorang wali yang baru meninggal namun niat keluarganya untuk membangun makam sebagai tanda cinta wali Allah, dibatalkan. Anda bisa baca dan sebarkan jika Anda anggap bermanfaat.

Beberapa tahun lalu, kabar seorang waliyullah wafat terdengar oleh seorang wali juga di Lasem, Mbah Hambali. Beliau dikenal sebagai wali majdzub yang sangat aneh dan suka membuat kebijakan di luar nalar masyarakat awam. Allah yarham.

Tiba-tiba saja beliau datang ke makam wali yang baru saja meninggal dan makamnya akan dibangun oleh para muridnya itu. Diketahui, murid sang wali jadzab tersebut banyak yang berduit, kaya raya dan juga dermawan.

"Mau dibangun makam ini?"

"Nggeh, Mbah"

"Mana duit yang buat kalian membangun?"

Beberapa saat kemudian diberitahu pihak keluarga kalau murid yang akan membangun makam itu ada di Jakarta, dan uangnya sudah disiapkan. Nilainya ratusan juta rupiah.

"Kamu ke sini sekarang, bawa uang yang katanya kamu simpan untuk membangun makam tersebut," kata Mbah Hambali via telpon, ke santri di Jakarta itu.

Seketika terbanglah sang santri yang sugeh itu langsung ke lokasi pertemuan yang sudah ditunjuk.

"Mana uang yang akan kamu buat membangun makam mbah wali".

Tanpa berkata, sang murid langsung menunjukkan tumpukan rupiah di tas dan Mbah Hambali mengambilnya. Uang sudah diambil Mbah Hambali.

"Uang ini buat aku saja".

Santri itu mlongo. Bingung.

****

Beberapa hari kemudian, pihak kelaurga sowan ke Lasem menanyakan kelanjutan pembangunan makam.

"Kalian tidak terima uang itu buat saya? Silakan saya kembalikan, tapi ada syaratnya?" tegas Mbah Hambali.

"Apa, mbah syaratnya?"

"Kalian harus siap jika setelah membangun makam itu akan mengakibatkan gunung Muria Horeg (oleng) dan Laut pecah?"

Seketika, yang mendengar jawaban tersebut menangis dan meminta maaf. Mereka tidak tahu kalau membangun makam yang bertujuan baik ternyata kadang tidak pas dengan irodah (kehendak) Allah untuk kemaslahatan umat manusia dan bumi Allah ini.

Niat baik harus pas dengan keinginan Allah yang Maha Tahu. Makanya, mursyid yang makrifat sangat dibutuhkan untuk mendapatkan jalan terang. Carilah kiai atau tokoh yang dikenal punya tauhid makrifat kepada Allah. Jangan mudah terpengaruh dengan ustad Sosmed. Salam nyarkub! [badriologi.com]
Komentar
0 Komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar