Kapan Desa Lain Ikuti Gemulung Stop Orkes? -->
Cari Judul Esai

Advertisement

Kapan Desa Lain Ikuti Gemulung Stop Orkes?

M. Abdullah Badri
Minggu, 14 Juni 2026
Flashdisk Ebook Islami

Kitab Makna Pesantren
desa gemulung melarang orkes selamanya
Kapan Desa Lain Ikuti Gemulung Stop Orkes?


Oleh M. Abdullah Badri


SAYA suka sekali mendengar kabar kalau Desa Gemulung (Kec. Pecangaan, Jepara) lewat Kamituwonya Pak Arifin, menyatakan pelarangan keras hiburan orkes di desanya sampai batas waktu tidak ditentukan. Pemerintah desanya pun tidak boleh memberikan rekomendasi dalam bentuk apapun. 


Pengumuman tersebut disebar perdana lewat grup WA "Info Desa Gemulung" pada 11 Juni 2026. Pelarangan dilatarbelakangi seringnya terjadi gelut setiap ada orkes. Bagi saya, ini bentuk kepedulian akan ketertiban warga desa Gemulung, dan tentu saja, desa sekitarnya. 


kamituwo gemulung arifin keluarkan larangan orkes
Bukti chat larangan orkes di Desa Gemulung.


Bayangkanlah, berapa persen manusia yang tidak oleng saat menghadiri orkes. Botol biasa di tangan kok dan ini merata. Makanya, mudah terjadi saling dendam, yang dimulai dari orkes. Berapa kali antar desa dan desa lainnya saling head to head gegara ribut duluan di orkes. Sing diluru opo leh yoo...yo


Selisih rebutan warisan sih masih wajar. Ada yang direbut. Selisih rebutan wanita pun masih wajar terjadi, tapi kalau selisih di orkes, opo sing masuk akal? Mereka yang datang ke orkes itu uteke wis ora waras. Mbok yo mikir, para ojing gendeng itu? 


Selain tidak waras, karakternya wedinan. Berkali-kali anak ojing marah dengan saya sebab saya kritik orkes. Kebetulan yang dia waduli adalah murid, teman, saudara, atau kenalan saya. Begitu diajak datang ke rumah saya, mengkeret. 


Wanine pas oleng, tur nekad. Itulah yang disebut Pak Camat Muadz sebagai sikap tak kontrol dalam perilaku kerumunan massa. Makanya, orkes yang digelar malam hari pantas dibubarkan karena masuk kategori merah. 


Gemulung selangkah lebih maju daripada Ngabul, Tahunan, dan desa-desa lainnya. Menghilangkan kemungkaran memang tidak bisa utuh, namun, setidaknya, saya melakukan hal yang semoga bisa mengurangi makin maraknya kemungkaran. 


Nek madep pengeran, jawabku sesuk: wis tak elingke, Gusti! 


Bos botol, lereno! EO orkes, lereno! Ojing, tobato! Para petinggi, elingo! [badriologi.com]


Flashdisk Ribuan Kitab PDF

close
Iklan Flashdisk Gus Baha