Lebay Bila Tanpa Orkesan Tidak Makan -->
Cari Judul Esai

Advertisement

Lebay Bila Tanpa Orkesan Tidak Makan

M. Abdullah Badri
Minggu, 28 Juni 2026
Flashdisk Ebook Islami

Kitab Makna Pesantren
bila tidak makan sebab tidak bisa orkesan itu lebay
Lebay bila tanpa orkesan tidak makan.


M. Abdullah Badri


Saya punya teman dekat yang pada 2023 dulu, dengan modal hutang 270 jete, membuka jasa sewa sound system. Pesan mertuanya, "kamu boleh sewakan sound asal tidak untuk acara orkesan". Alasannya, bapak mertua tidak mau anak cucunya dikasi makan dari usaha haram. Dia manut. Salut saya. 


Agar bisnis jalan, dia menggandeng seorang habib khusus sholawatan. Yang ketika masih rame, bisa manggung 6-7 kali sebulan. Jika per event dapat 2 jete, maka, sebulan bisa kantongi 12-14 jete. Sebetulnya, hitungan ini masih kecil dibanding biaya upgrate sistem sound yang terus berkembang. 


Boleh disewa hajatan, tapi, dia pasti tanya jenis tanggapannya. Kalau qashidahan, masih oke. Ora ono wong ngombe senajan bengine dangdutan. Tapi, kalau orgen tunggal, dia tidak akan menyewakan. Sebab, kata dia, setelah orgen tunggal, biasanya ada orkesan, yang pasti sepaket botol gendeng. Haram. 


يَأتِي عَلَى النَاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِي المَرْءُ مَا أَخَذَ مِنْهُ أمِنَ الْحَلاَلِ أمْ مِنَ الحَرَامِ


Terjemah:

"Akan datang satu zaman kepada manusia. Saat itu orang sudah tidak peduli lagi dari mana mereka mengambil hartanya, apakah dari hasil yang halal atau yang haram". (HR. Bukhari).


Dia menghidupi 4 orang dari jasa sewanya. Operator dua orang, dan bagian pasang dua orang. Operator dibayar 250K, tukang pasang 150K, sehari. Jika laku 5 kali, masing-masing dapat 1000K atau 750K perbulan. Ora cucuk kalau bukan sebagai sampingan. 


Kata teman saya, hidup dari dunia seni itu tidak bisa dijadikan patokan nafkah keluarga. Semua yang ikut dengan teman saya pasti punya pekerjaan harian jadi guru, karyawan, atau dagang. Yang bisa menjadikan seni sebagai sumber penghasilan layak ialah jika yang digarap adalah perusahaan besar seperti televisi, dan ini hanya terjadi di Jakarta. Kalau lokalan seperti di Jepara, hasil dari MC dan biduan sulit dijadikan sumber penghasilan pokok. Kecuali EO. Nek EO makno bathi akeh


Kini, teman saya sudah menjual sound systemnya sejak awal tahun 2025 lalu. Alasannya, selain butuh, pihak yang digandeng sudah sepi job karena isu anti ba'alwi. Meski begitu, dia tidak mati gaya lalu tidak bisa makan, itu tidak. Dia malah jadi tokoh, yang perbulan bisa dibayar dua digit. Empat orang yang ikut bekerja dengannya juga masih aman sentosa makmur jaya kok. 


Jika saya mengkritik orkes lalu saya dianggap menghentikan nafkah orang-orang yang bekerja di bidang seni adalah lebay, ghuluw (belebihan), dan tanda lemah iman. Urip ning Jeporo kuwi: angger obah, yo mamah. Nek obahmu dodolan haram, yo ngumpet terus, tur angel mamah. Golek gawean sing halal. 


كُلُّ لَحْمٍ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ


Terjemah:

"Setiap daging yang tumbuh dari yang tidak halal, maka neraka yang lebih utama baginya". (HR. Ahmad, Tirmidzi, Thabrani dan Ibnu Hibban). 


وَلاَيَكْسِبُ عَبْدٌ مَالاً مِنْ حَرامٍ فَيُنفِقُ مِنْهُ فَيُبَارَكَ لَهُ فِيْهِ


Terjemah:

"Tidak ada orang yang memperoleh harta dengan cara haram lalu diinfakkan kemudian diberkahi".


Ora ana anak sing gampang taat wongtuwo, taat Allah, taat Rasulullah Saw, sing dipakani sego haram. Aku salut sama temanku, yang baru berkisah kemarin, dan sangat mendukung saya. Tabik. Barokallah kang! [badriologi.com]

 

Flashdisk Ribuan Kitab PDF

close
Iklan Flashdisk Gus Baha