Nabi Tegas Menghukum Peminum Arak Seperti Abdullah Al-Himar -->
Cari Judul Esai

Advertisement

Nabi Tegas Menghukum Peminum Arak Seperti Abdullah Al-Himar

M. Abdullah Badri
Senin, 29 Juni 2026
Flashdisk Ebook Islami

Kitab Makna Pesantren
kisah abdullah al-himar peminum arak dihukum nabi
Jangan melaknat peminum arak, tapi ingatkanlah!


Oleh M. Abdullah Badri


KETEGASAN saya menolak dampak negatif orkesan dianggap berlebihan oleh orang yang mengaku santri tapi ya juga musisi. Kata dia, Rasulullah Saw saja tidak sebegitu amat dengan Nuaiman ra, sahabatnya yang dikenal suka banyu gendeng. "Yang jenengan tegasi itu ahli sujud dan shalat loh, yo syahadat juga," kata dia, sesuai yang saya ingat. 


Dia mengirim lewat japrian. Saya minta datang saja ketemu saya di rumah, tapi, wong dekne gak niat tenanan, ya tak ada tindak lanjut. Dan inilah jawaban saya, dalam bentuk esai edukatif, kritis, tapi tetap berdalil secara historis. 


Menggunakan sahabat Nu'aiman ra sebagai contoh sikap lembek Rasulullah Saw kepada ahli maksiat suka banyu gendeng itu sama saja memotong sejarah. Saya membaca Kitab Fathul Bari Syarah Al-Bukhari di Jilid ke-15 (hlm. 538), bab hudud, ada peristiwa Rasulullah Saw menegakkan hukuman had kepada seseorang yang di lafal haditsnya disebut sebagai Abdullah Al-Himar. Abdullah namanya, Himar julukannya. 


Siapa dia? Menurut Ibnu Abdil Barr, dia adalah anaknya Nuaiman. Ayah dan anak sama-sama suka banyu gendeng. Kalau Nu'aiman ra dihukum sebab khomr, masih khilaf. Tapi, kalau nama anaknya ini, masyhur di kalangan ahli hadits. Dalam kisahnya, Al-Himar ini dijilid dengan tangan, kaki, dan alat-alat lain sebagai hukuman, dari para sahabat Rasulullah Saw. 


Namun, ada diantara sahabat Nabi Saw yang kemudian mengucapkan sebuah lakn4t kepada Al-Himar. Oleh Rasulullah Saw, dikatakan: 


لَا تَلْعَنُوهُ، فَوَاللَّهِ مَا عَلِمْتُ إِلَّا أَنَّهُ يُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ


Terjemah:

"Janganlah kalian melaknatnya. Demi Allah, aku tidak mengetahui tentang dirinya kecuali bahwa ia mencintai Allah dan Rasul-Nya". (HR. Bukhari, nomor: 6780). 


Jadi, yang dilarang ialah melaknat peminum. Contoh kata yang dilarang dalam hal ini ialah: 


  • "Kamu pasti ahli neraka".
  • "Allah tidak menerima taubatmu"
  • "Tidak ada harapan bagimu". 


Kalau memperingatkan dengan mengatakan:


  • "Hai, perbuatan itu haram".
  • "Perbuatan itu melanggar syariat".
  • "perbuatan itu maksiat, mungkar, bertaubatlah". 


Maka, ini adalah anjuran syariat. Nabi Saw sama sekali tidak pernah membiarkan maksiat terjadi, apalagi lembek terhadapnya. Nabi Saw itu tegas. Buktinya, Al-Himar dihukum. Ini bukti Nabi Saw tidak pandang bulu menegakkan aturan hukum. Membenci kemaksiatan adalah ibadah, dan itu bagian dari dakwah. Di sinilah posisi saya. Adapun ojing-ojing yang tidak mau menerima peringatan saya, dan justru ngece, ya saya biarkan. Tidak saya lakn4T. 


Para ulama' ada yang menafsirkan bahwa laki-laki dalam hadits hudud ini adalah Nu'aiman ra karena ada kalimat: أَنَّهُ يُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ (ia mencintai Allah dan Rasul-Nya). Kalimat ini keluar dari Rasulullah Saw sebab Nu'aiman ra adalah ahli badar, yang ikut perang badar, dimana Allah Swt telah mengampuni seluruh dosa Ahli Badar meskipun banyak berbuat salah. 


Lha dirimu sopo? Ahli opo? Ojo madakno dirimu dengan Mbah Nu'aiman ra. Adoh. Bainas sama' wa sumur minyak. 


Saya tidak sedang menjatuhkan para ojing untuk semangat tarik diri dari orkesan, dan bertaubat, tidak lagi berbuat maksiat. Inilah yang dimaksud Rasulullah Saw:


لَا تَكُونُوا عَوْنَ الشَّيْطَانِ عَلَى أَخِيكُمْ


Terjemah:

"Janganlah kalian menjadi penolong setan dalam mencelakakan saudara kalian". (HR. Bukhari, nomor hadits: 6781). 


Menjadi penolong setan ialah membuat pelaku maksiat semakin putus asa, semakin jauh dari taubat, dan pada akhirnya menjadi kemenangan bagi setan. Aku ngajak tobat, kok ditolak. Ya wis!


Saya hanya bicara syariat tingkat paling dasar, tingkatan madrasah diniyah. Tapi, banyak yang tidak menerimakan dan justru ngece, ya wallahul musta'an (Allah tujuan pertolongan). [badriologi.com]


Flashdisk Ribuan Kitab PDF

close
Iklan Flashdisk Gus Baha