![]() |
| Banner agenda "Suronan Tanpa Mitos". |
Oleh M. Abdullah Badri
Meski Bulan Muharram bukan bulan mitos, namun, orang-orang yang meyakini adanya pamali tertentu di bulan Suro enggan mengadakan acara keramaian yang mengundang kerumunan massa karena menghormati bulan ini sebagai bulan yang mulia (min asyhuril hurum).
Positifnya, acara nikahan di Jepara yang mengundang massa dan seringkali menggelar orkesan, jauh berkurang intensitasnya. Bulan Suro identik dengan haul wali desa, sedekah bumi dan santunan anak yatim. Inilah salah satu respon amal atas mulianya bulan Suro, Asyuro atau Muharram.
Tak ada hiburan yang menonjol di Bulan Suro. Orang diajak untuk menyimak kembali kisah-kisah bala' (ujian) yang menimpa para nabi terdahulu untuk direnungkan hikmahnya, seperti:
- Taubat Nabi Adam yang diterima,
- Kapal Nabi Nuh berlabuh di Bukit Judi,
- Nabi Ibrahim diselamatkan dari api Namrud,
- Nabi Yunus keluar dari perut ikan,
- Nabi Yusuf keluar dari sumur,
- Nabi Musa menang melawan Fir'aun (paling shahih riwayatnya),
- Nabi Ya'qub sembuh dari kebutaan,
- Nabi Ayyub sembuh dari penyakitnya,
- Nabi Isa diangkat ke langit,
- Nabi Sulaiman memperoleh kerajaan besar.
Orang Jawa ewuh pakewuh bila menunjukkan ekspresi kesenangan di bulan Suro. Orang tua zaman dulu biasa menjadikan Suro sebagai bulan talak balak meminta perlindungan Allah Swt agar selamat dunia akhirat. Di sinilah pentingnya syariat doa akhir tahun dan awal tahun.
Nah, pada awal tahun Muharram 1448 H yang bertepatan dengan 16 Juni 2026 besok, saya mengundang sahabat-sahabat saya yang pernah aktif di LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) yang ada di lingkungan UIN Walisongo Semarang untuk hadir di agenda Obras (Obrolan Cerdas) bertema "Suronan Tanpa Mitos".
Kebetulan, Mas Joko Tri Haryanto (JTH) sedang melakukan penelitian di Jepara, yang besok free seharian. Bagi kalian para sahabat ku yang pernah belajar jurnalistik di LPM Amanat, IDEA dan MISSI, silakan datang. Boleh datang juga bagi alumni LPM lain, baik dari UIN Walisongo, UIN Sunan Kudus, UMK, ataupun Unisnu Jepara. Monggo, terbuka.
Kita diskusi santai, berjejaring melintas angkatan dan generasi. Lapaskan atribut dan gelar. Ngaji bareng senior seharian. Bagi yang minat datang dan kalian aktivis pers kampus, silakan japri saya. Lokasi saya blur biar ekslusif.
Peringatan: ini bukan acara orkes. Jadi, ojing silakan menyingkir! Jauh! [badriologi.com]





