![]() |
| We Can Stop You! |
Oleh M. Abdullah Badri
SEORANG saksi menyarankan ke saya agar sidak diam-diam ketika orkes dangdut tunilan bakal digelar. Pasalnya, di tengah acara, botol gendeng boleh jadi dijual bebas oleh pihak yang diijinkan. Bos botol gendeng berkepentingan dengan semaraknya orkes di seluruh Jepara. Makin banyak orkes, cuan makin banyak. Bathine iso maro. Saya tidak bisa cek berapa ratus kali digelar di seluruh Jepara.
Bahwa yang diharapkan dari pagelaran orkes itu bukanlah tiket, yang biasanya, kata saksi, harganya bisa dua kali lipat atau tiga kali lipat tarif parkir motor. Rugilah bila hanya bermain di tiket masuk. Untuk mendapatkan puluhan juta, harus ada ribuan motor parkir dari penonton, di sana, dan ini sulit dicapai bila artisnya tidak terkenal bonafit, tidak di malam hari, atau tidak di hari libur.
Karena itulah, untuk menggelar hiburan dangdut, ragatnya tidak sedikit. Ini belum biaya kas erte erwe lingkungan terdekat, ijin karamaian, angpau penguasa lokal setempat, keamanan, honor artis dan grupnya, sewa panggung, sewa sound horeg dan lain sebagainya. Yang datang dapat hiburan, yang cuan penyelenggara.
Yap. Yang dicari hanya hiburan. Dan ini, hakikatnya, bukanlah kebahagiaan. Sejak awal saya menyarankan, jika ingin menghibur diri dengan musik, mainlah musik di rumah sendiri, pakai sound sendiri. Sekarang bisa diakses mudah kok musik kosongannya. Atau, datangkan saja grup musik, nikmati, nyanyi bersama tidak apa, dan bayarlah mereka yang diundang datang. Cukup. Ini tidak menganggu.
Kata para psikolog, bahagia tidak bisa didatangkan dari eksternal jiwa. Ingin bahagia, hatilah yang dirawat dan dikelola. Hiburan justru membuat capek, mengotori jiwa dan efek lanjutannya pun seringkali merusak amggota inti tubuh: lambung, otak, hati, limpa, dll.
Banyak sekali kisah ojing tobat hanya setelah mereka mendengar usus kawannya kobong akibat botol gendeng, yang kini, di Jepara bisa dikemas dengan gelas cup atau plastik sedotan yang dikenal dengan sebutan: es moni. Harga per gelasnya bisa 10 kali lipat es teh cup manis di pinggir jalan. Tapi laris. Penyuka es moni, ya penyuka orkes. Sepaket lah sejak kuno lalu.
Karena daya rusaknya yang tinggi, dan biaya agenda orkesnya yang mahal, ada seorang kiai yang biasa mendatangi panitia orkes memberinya uang, "biayamu piro, tak ganti, tapi batalke orkesmu". Dengan uang pribadi, orkes dibatalkan. Hanya itu yang dicari oleh penyelenggara hiburan berbayar.
Karena saya tidak bisa meniru kiai itu, saya hanya protes, dan tentu saja, bukan hanya petinggi yang terganggu, tapi juga pihak-pihak yang berkepentingan dengan lancarnya cuan lewat botol gendeng dalam pesta orkes.
Pemda Jepara telah melarangnya melalui Perda Nomor 2 Tahun 2013, baik produksi, distribusi, penyimpanan maupun konsuminya. Namun, lewat orkes lah Perda itu potensial dilanggar dengan aman dan tidak ada sangki bagi penyelenggara, yang bisa menjadi wasilah ratusan hingga ribuan botol habis isi karena dikonsumsi.
Saya hanya membantu Satpol PP menegakkan Perda Jepara tersebut. Sayangnya, banyak ojing yang kagetan. Padahal, sebetulnya, saya sedang ingin mengajak mereka berhenti mendekati hal-hal yang potensial merusak. Kata Pak Camat Tahunan, Mu'adz, kerumunan itu bisa mendorong orang bersikap di luar kontrol dan tidak menggunakan akal. Makanya, harus dibatasi bila bentuknya adalah hiburan.
Yang saya kritik pekan ini adalah agenda kerumunan yang menurut Pak Camat Mu'adz, masuk dalam kategori merah, yang boleh dilarang atau dibubarkan. Pasalnya, orkes di Lapangan Ngabul kemarin diadakan malam hari dan di hari yang mulia, Tasyriq. Kalau di siang hari, kuning. Dan jika bentuk kegiatannya adalah pameran, edukasi atau pengajian, hijau. Hijau artinya sangat boleh diadakan.
Jika EO yang tidak terima agendanya dilarang atas nama warga desa yang bukan desa mereka, dan mereka melawan dengan teks di spanduk panggung besar bertulis "No One Can Stop Us", maka, mereka sejatinya sedang melawan pihak yang berwenang, Pak Camat dan lainnya. Bukan melawan saya. Namun, kami bersamamu, Pak Camat. Nek Pak pol, engko ndisik! Wingi Polsek-e rodok ndukung soale! [badriologi.com]





