Petinggi Ngabul "Lacut", Ansor Ngabul Protes Orkes Tunilan -->
Cari Judul Esai

Advertisement

Petinggi Ngabul "Lacut", Ansor Ngabul Protes Orkes Tunilan

M. Abdullah Badri
Rabu, 03 Juni 2026
Flashdisk Ebook Islami

Kitab Makna Pesantren
penolakan orkes oleh gp ansor ngabul jepara
Surat Pernyataan Penolakan Ansor Ngabul - 01

ketua ansor ngabul muhammad ansori menolak orkes
Surat Pernyataan Penolakan Ansor Ngabul - 02


Oleh M. Abdullah Badri


KARENA Petinggi Ngabul Sholehan dianggap tidak mengindahkan kesepakatan warga Ngabul, yang pada tahun lalu sudah melarang adanya ojing (orkes jingkrak) di Lapangan Ngabul tapi tetap terjadi berkali-kali, GP. Ansor Ngabul memberikan peringatan tegas. 


Selasa malam (2 Juni 2026), tadi malam, Pimpinan Ranting (PR) GP. Ansor Desa Ngabul bergerak. Puluhan anggota Ansor Ngabul membubuhkan tanda tangan penolakan tegas pemberian ijin tanah kas desa untuk ajang penyewaan orkes tunilan (berbayar) dan atau hiburan sejenisnya. Pertimbangannya, silakan baca sendiri di foto yang saya sertakan di postingan ini. 


Hari ini, Rabu 3 Juni 2026, pernyataan itu akan diserahkan langsung secara resmi oleh Ketua GP. Ansor Ngabul, Muhammad Anshori didampingi Ketua PAC GP. Ansor Tahunan (Ircham Andy Yahya), ke Sholehan Petinggi Ngabul, Pak Camat Tahunan, Polsek Tahunan, Koramil Tahunan dan pihak-pihak terkait. 


Bagi saya, gerakan sahabat-sahabat Ansor Ngabul ini adalah bentuk kepedulian dan penegas atas tindakan petinggi Ngabul yang sejak setahun terakhir terindikasi main petak umpet meninggalkan kesepakatan warga yang disaksikan oleh Lembaga Adat Desa (LAD). Petinggi seolah menjadi bapak bagi EO ojing, dan bukan bapak bagi warga desa Ngabul. 


Itulah yang disesalkan oleh anak-anak Ansor. Bilangnya sudah dihentikan, tapi nyolong laku. Diprotes LAD, tidak digubris. Padahal, dia pernah bilang, bila malam hari masih ada orkes tunilan, stempel desa akan diberikan Petinggi ke LAD. Dia khilaful qoul, beda ucapan dan tindakan.


Bukan tidak mungkin, bila peringatan GP. Ansor Ngabul tidak diindahkan, mereka akan mengajak unsur masyarakat lain untuk langsung menyampaikan protes secara massal ke kantor petinggi Ngabul. Ini bahaya bagi elektabilitasnya, yang akan kembali mencalonkan diri sebagai petinggi Ngabul di tahun ini. Wacana ini muncul sebab karakter Petinggi Sholehan "biasa lacut". 


Para ojing yang terhormat di seluruh Jepara, kalian tidak akan punya banyak ruang gerak berjingkrak-jingkrak di desa kami. Sebab pihak EO orkes kemarin, pada sore 2 Juni 2026, yang datang semobil ke rumah saya, meminta saya menghapus postingan "Gus Ta3k", tidak saya iyakan. Saya tidak bisa dibungkam demi menyelematkan nama dekengan. Ini tambih!


Saya pun tidak menjamin kenyamanan agenda ojing tunilan di lapangan Ngabul, siang maupun malam, jika Ansor sudah bergerak menggandeng unsur lain (belasan komunitas strong pemuda di seluruh desa Ngabul). Hari ini, mereka baru bergerak sendirian dan disetujui oleh PRNU Desa Ngabul. Saya pun disupport oleh Ketua PCNU Jepara. Gas!


Eman, di massa akhir jabatannya, Sholehan meninggalkan jejak negatif. Allhumma dia kalah telak dan bangkrut! Biar aset desa banyak yang terselamatkan! Bukan hanya lapangan, tapi yang lainnya. Terlalu nyata kalau saya sampaikan di sini. Soal aset desa ini, yang direko-reko "hampir habis". Saya saksi. Pernah dijadikan ketua "Ngetuk Garden" oleh petinggi. [badriologi.com]


M. Abdullah Badri, lahir di Ngabul

Flashdisk Ribuan Kitab PDF

close
Iklan Flashdisk Gus Baha