Tiga Orkes Digelar di Tahunan, Toko Botol Nyadong Pangan -->
Cari Judul Esai

Advertisement

Tiga Orkes Digelar di Tahunan, Toko Botol Nyadong Pangan

M. Abdullah Badri
Selasa, 02 Juni 2026
Flashdisk Ebook Islami

Kitab Makna Pesantren
orkes di tahunan jepara akan digelar tunilan
Orang yang suka orkesan dangdut, biasanya fasiq dan munafiq.


Oleh M. Abdullah Badri


SUDAH lama BPD Desa Tahunan dan warga lingkungan lapangan Desa Tahunan bersepakat tidak akan lagi ada gelaran orkes tunilan (berbayar) di sana. Namun, per Juni 2026 ini, Petinggi Tahunan, Muhadi, yang juga wakil Ketua Ranting NU Tahunan, terkabar sudah memberi ijin orkes di Lapangan Tahunan. 


Info yang saya terima, orkes yang akan digelar di Lapangan Tahunan dan sudah diumumkan oleh EO nya akan dilaksanakan pada: 


  1. Malam Minggu, 6 Juni 2026. 
  2. Malam Minggu, 4 Juli 2026.
  3. Malam Sabtu, 16 Oktober 2026.


Ketahuilah, orkesan itu satu paket dengan arak. Jika orkesan sering digelar, toko ngombe bakal ramai. Kuwi wis rumus umum. Anehnya, walaupun sudah diprotes, Muhadi tetap oke gas oke gas. Syuriah MWC Tahunan sendiri ewoh memperingatkan walaupun petingginya adalah santrinya sendiri. 


Ngene iki loh sing angel. 


Santri, dadi petinggi, wis ngerti nek elik, yo ditabrak. Apalagi alasan pembenarnya kalau bukan cuan. Sayogjanya, kalau sudah jadi pengurus NU ya terikat juga dengan syariat. Dumeh cuan, maksiat kok oke gas boleh jalan. Gak mikir sing mendem lan risiko tukaran. 


Saya punya kenalan berinisial MF. Dulu dia ketua NU Ranting. Dia berani membubarkan panggung dangdut di belakang masjid Jamik kecamatan dengan cara mengajak 10 teman bermotor dan memarkirkan semua motornya di jalan menuju lokasi. Sebelumnya, dia sudah cek ke Pak Pol, dan diketahuilah ternyata acara itu tidak berijin. 


Dilawan? Tidak. Dengan anarkhi? Tidak. Panitia EO yakin, acara dangdutan itu tidak ada maslahatnya kecuali cuan. Lain itu, madhorot. Maka, dari dalam hati para panitia orkes, mereka sebetulnya tahu bahwa apa yang mereka lakukan itu lebih banyak mafsadahnya daripada manfaatnya. 


Karena itulah, MF berhasil menyetop panggung dangdut tanpa anarkhis. Dan ini terjadi tiga kali. Akhirnya panitianya kapok sendiri. Stop gelar lagi. MF juga biasa merazia toko botol gendeng dimana ia pernah berhasil menyita satu truk dan langsung dibuang ke kali dekat toko. Dia bawa 40 orang, konvoi ke Polsek dulu lalu ke lokasi target dengan teriakan takbir berkali-kali. Bila dia diancam, massa dilepas. Mereka bakal keder dengan takbir. 


Yakinlah. Tidak ada yang berani malawan massa segitu. Yang penting komunikasi dulu dengan pimpinan Polseknya. Pak Pol tidak akan menolak. Lha wong iku yo pakanane dekne bendino kok. Kari wong-wong lingkungan wani opo orak? Nek wani, bubar jalan. Wong seneng dangdutan modele fasiq, munafiq, penakut, cemen. Senenge duit. Ra bakal gelem diajak berjuang. Iki rumusku.   


Bila petinggi Ngabul Sholehan berdalih orkes untuk meningkatkan ekonomi warga, sebagaimana dia klarifikasi kemarin, trus, sing mbok maksud kuwi ekonomi bakul arak tah sing meningkat? Apa itu tidak dilarang undang-undang? Inilah blundernya petinggi Ngabul. 


Peningkatan ekonomi itu dengan program, bukan dengan merusak moral. Berkali-kali Desa Ngabul identik dengan gelut sebab orkes. Sampai membuat sibuk Pak Pol loh. Cari saja beritanya di internet, gibikan, banyak. Opo iku peningkatan ekonomi?


Makanya, bagi siapapun antum, jika berani menolak orkes atas nama amar makruf nahi mungkar, tirulah gerakan MF. Jika tidak berani dan petinggine angel dikandani, cari doa yang bisa membuat rumah panitia EO nya kobong sendiri. 


Aku nek mangkel tenan, kapan-kapan lapangan Ngabul kudu tak wuwuri dunga suwuk. Lapangan Tahunan juga nek perlu. Podo caraku mateni gerakan Wahabi di Ngabul. [badriologi.com].  


M. Abdullah Badri, lahir di Ngabul, Tahunan, Jepara.


Flashdisk Ribuan Kitab PDF

close
Iklan Flashdisk Gus Baha