![]() |
| Tidak berkomunikasi dalam waktu lama tanpa udzur termasuk ciri dendam. |
Oleh M. Abdullah Badri
JANGAN menganggap enteng bila dulurmu menjauh, tidak mau bicara, dan tidak pernah menyapa selama lebih dari setahun. Itu bukan lagi iri dengki, tapi sudah termasuk al-hiqdu (dendam). Dalam rubu'ul muhlikat Kitab Ihya' Ulumiddin, Imam Al-Ghazali menyebut dendam sebagai amarah yang tersimpan lama di hati, sehingga membuahkan sikap mendiamkan, memutus hubungan dan menjauh (أن تهجره وتصارمه وتنقطع عنه). Imam Al-Ghazali menulis:
ومعنى الحقد أن يلزم قلبه استثقاله والبغضة له والنفار عنه، وأن يدوم ذلك ويبقى
Terjemah:
"Makna dendam adalah seseorang yang hatinya terus menyimpan rasa berat atasnya (orang lain), amarah kepadanya, dan rasa menjauh darinya, dan kondisi ini terus berlangsung serta menetap". (Ihya' Ulumiddin, hlm. 177).
Definisi Imam Al-Ghazali ini sangat tepat dan bernash. Dendam tidak akan bisa dilunasi. Misal pun yang dijadikan objek amarah lama itu mati, pendendam tidak akan ridla. Dendam beda dengan benci. Kalau hanya membenci, ini bisa diluluhkan minimal dengan memberikan kebaikan. Tapi, kalau dendam, jasamu tidak akan diingat, kebaikanmu dianggap remeh, apapun yang kau beri, tidak dianggap berguna. Dendam tidak bisa diluruhkan oleh waktu, barang berharga ataupun jasa.
Fenomena dendam (al-hiqdu) ini, kata Imam Al-Ghazali, sering dijumpai di lingkungan terdekat seperti saudara kandung (الإخوة) dan anak-anaknya paman (بني العم). Saya yakin, di sebelah kalian banyak kakak yang memutus hungangan dengan adiknya karena masalah lama tersimpan tak terselesaikan.
Di lingkungan saya, fenomena ini justru bisa diwariskan ke anak cucu. Memang sangat na'udzubillah tenan. Maka, jangan anggap enteng bila ada saudara yang mendiamkan saudara kandung lainnya lebih dari setahun. Risikonya bisa menutup rahmat. Rasulullah Saw pernah menolak berkumpul dalam suatu majelis dengan orang yang qathi' rahim (memutus hubungan silaturrahim) karena pemutus silaturrahim sudah dicabut rahmatnya oleh Allah Swt. Baca keterangan ini di Kitab At-Tibyan KH. Hasyim Asy'ari. Apik kok kitabnya. Reflektif.
Siapa yang disebut qathi' rahim? Jawabannya: yang pertama tidak menyapa. Kalau niatnya mengingatkan, sikap diam tidak sambung komunikasi tidak akan lebih dari setahun. Dan ingat, bila ini terjadi antar saudara kandung, tidak akan bisa dikembalikan sebagaimana semula. Tukaran karo dulur lebih berat daripada tukaran karo konco. Aku buktine! [badriologi.com]





