Cara Heroik Hadirkan UAS ke Jepara dan Pantura Jawa


USTADZ Mudhofar dengan Yayasan Al-Husna nya memang luar biasa. Ustadz Abdul Somad (UAS) saja bisa disandingkan dengan dengan Habib Zainal Abidin pada pengajian harlah yayasannya pada 1 September 2018 nanti.

Masyarakat Jepara tidak ada yang protes. Polres tinggal ACC ijin kegiatan. Polda menjamin keamanan. Al-Husna juga luar biasa. Bisa membuat laskar khusus pengamanan UAS. Maklum pemilik yayasan itu adalah aktivis Jamaah Tabligh tingkat Jawa Tengah. Keren mboten kantenan.

Mobil resmi Banser NU Jepara saja ter-ijinkan untuk mendukung kegiatan Qurban oleh Al-Husna kemarin. Upaya heroik Ustadz Mudhofar yang selalu mengawal Bib Bidin di Kudus dan Jepara, dan dua kali saya pergoki nyelonong naik ke atas panggung walau bukan undangan acara pengajian, terbukti berhasil.

Pendekatan Ustadz Mudhofar kepada tokoh-tokoh NU di Jepara dengan memberikan langsung cetak undangan kajian UAS-nya pun saya anggap berhasil. Tidak ada yang terang-terangan berani menolak. Apalagi orang-orang yang punya kepentingan pribadi atas pasal "menjaga reputasi" untuk investasi masa depan. Lha wong Polres Jepara saja welcome kok, mosok melu-melu nolak? Begitu.

NU Jepara pun tak berkutik. Tidak mungkin alasan Bib Bidin sholawatan tak di-iyakan, meskipun tokoh kontroversial yang dipilih Al-Husna diberi panggung besar (tahun lalu kabarnya Bib Rizieq yang diundang, tapi gagal).

Mobil Banser saja sudah bantu ke Al-Husna, kini tinggal Muhammadiyah, LDII, atau bahkan mobil Polisi/TNI yang diharapkan nantinya bisa nyengkuyung suksesnya UAS manggung di Mayong nanti.

Maka dari itu, saya berfatwa, mari hadirkan UAS di "Bumi Tanpa Khilafah" Jepara. Biar sekalian booming dan barokah. Hadirkan UAS ke seluruh Pantura: Pati, Kudus, Demak, Kendal, Grobogan, Rembang dan sekitarnya. Insyaallah kalau cara-cara Al-Husna dipakai, acara akan suskes sentosa. NU bakal bantu insyaAllah.

Kata polisi, UAS itu aman kok. Tuh, kan! Makanya ayo dukung dan viralkan status ini. Insyallah Jepara akan jadi kota kondusif dan damai, jauh dari pahaman Islam radikal, jauh dari penceramah penghina Rasululllah, dan jauh dari ustadz yang pernah menghina NU dan Kiai Ahmad Ishomuddin.

"Dar'ul mafasid" untuk UAS tidak berlaku. Pokoknya aman. Kandyani kok ra ngandel.

Cuma kalau saya disuruh hadir oleh polisi sekalipun, lalu diperintah nyatet ceramah UAS, nehik-nehik, emoh. Saya bukan notulen ceramah mas, mbak, gus, ning! [badriologi.com]

Sumber: Abdalla Badri
Advertisement

Klik untuk komentar