Klarifikasi dan Permintaan Maaf atas Viralnya Esai
Cari Judul Esai

Advertisement

Klarifikasi dan Permintaan Maaf atas Viralnya Esai

M Abdullah Badri
Jumat, 12 Juli 2019

foto gus muwafiq bersama gus dur
Foto Gus Dur dan Gus Muwaffiq suatu ketika, dalam sebuah acara bertajuk orasi.

Oleh M Abdullah Badri

ESAI cerita terkait Gus Muwafiq dan Gus Dur kami tarik semuanya (take down), dan kepada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman atas cerita tersebut, kami mohon maaf. Utamanya kepada muhibbin Gus Dur, keluarga besar Gus Dur dan keluarga besar Gus Muwafiq. Bila kemudian dianggap menyinggung banyak pihak, kami memohon maaf sebesar-besarnya.

Kesalahan kami dalam menulis mungkin karena "nafsu mahabbah" tinggi kami kepada kedua tokoh besar tersebut. Jadi, bila ada pihak tertentu yang menyebut penulis dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menulis cerita di atas, hal itu sama sekali tidak benar.

Esai yang viral di medsos dan grup WhatsApp murni ditulis tanpa paksaan pihak manapun. Penulis juga tidak bermaksud menyinggung siapapun dalam esai tersebut.

Ada beberapa pihak yang menyoal kepada penulis tentang validitas ceritanya, meski esai tersebut bersumber dari obrolan ringan (warung kopi) antara penulis dengan beberapa pihak.

"Di saat kisah orang-orang saleh dituturkan, maka mengalirlah anugerah rahmat dari Allah.”
(Imam Abu Sufyan bin Uyainah, Ulama hadis Makkah (107-198 H).

Hanya maqalah Imam Abu Sufyan bin Uyainah di atas itulah yang mendasari niat awal kami menurunkan esai yang kemudian menjadi polemik tersebut.

Banyak orang yang tentunya lebih dekat dengan beliau Gus Muwafiq, yang lebih banyak bergaul dan berpengalaman, daripada penulis, yang hanya seorang murid, dan suka menulis cerita hikmah, sebagaimana puluhan esai penulis tentang cerita hikmah di blog pribadi ini (badriologi.com).

Bila penulis dianggap kebablasan, sekali lagi, kepada muhibbin Gus Dur dan muhibbin Gus Muwafiq di manapun, penulis memohon beribu maaf. Kang Zaman dan Kang Faqih, ngapunten sanget harus menjawab klarifikasi yang membanjir.

Penulis yakin mereka semua memaafkan, sebab

مغفرة الله لا بداية ولا نهاية كبا قى أسمائه لا بداية ولا نها ية 

Demikian klarifikasi penulis. Kami tidak bisa menshare ke semua grup WA dan medsos karena sudah viral. Semoga saja tulisan ini dianggap klarifikasi yang bisa diterima baik oleh semua pihak. [badriologi.com]

close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah