Utusan Hawari Nabi Isa Dikeroyok Penduduk Kota Antiokhia - Tafsir Yasin Ayat 13-14
Cari Judul Esai

Advertisement

Loading...

Utusan Hawari Nabi Isa Dikeroyok Penduduk Kota Antiokhia - Tafsir Yasin Ayat 13-14

M Abdullah Badri
Jumat, 16 Agustus 2019
Loading...

kisah sahabat hawariyyin nabi isa dalam surat yasin ayat 13-14
Cerita sahabat hawariyin utusan Nabi Isa as ke Kota Anthiokia yang dikeroyok karena beedakwah mengajak kepada agama Allah dan tidak diterima dengan baik karena sifatnya yang keras hati.

Oleh M Abdullah Badri

SURAT Yasin ayat 13 dan 14 berisi pesan kisah sejarah masa lalu zaman Nabi Isa alaihis salam yang dijadikan tamsil untuk orang kafir Qurasy Makkah karena ingkar kerasulan Nabi Muhammad Saw., seperti dalam artikel Peringatan Untuk Orang Kafir Itu Sia-sia - Tafsir Surat Yasin Ayat 10-11.

Ayat 13 berbunyi,

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلًا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ

Artinya:
"Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka". (QS. Yasin: 13).

Dan ayat 14,

إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ

Artinya:
"(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka mereka berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang diutus kepada kalian"." (QS. Yasin: 14)

Ingatkan mereka wahai Muhammad tentang contoh kaum yang perilakunya sama seperti mereka, yakni penduduk Kota Antiochia Caesaria (أنطاكية) - daerah dekat Danau Turki sekarang.

Hai Muhammad, jelakanlah kepada ahli Makkah kisah tentang penduduk Antiochia, bahwa setiap kaum selalu ada utusan yang dikirim Allah. Dan, kepada penduduk Kota Antiochia, Kami (Allah) mengutus dua orang Rasul.

"Lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga". Kami kuatkan dua utusan itu dengan mengirim kembali utusan yang ketiga, maka mereka berkata, setelah kekuatan terbentuk, "Sesungguhnya kami adalah orang-orang di utus kepada kalian" dari Allah. Maka, bertauhidlah kalian dan beriman kepada-Nya.

Baca: Balasan Orang Kafir dan Takabbur - Tafsir Surat Yasin Ayat 7-8

Para ahli tafsir mengatakan, Nabi Isa alaihis salam suatu kali mengutus dua orang hawariyin (sahabat Nabi Isa as.) ke kota Antiochia. Saat hendak sampai ke kota tersebut, keduanya melihat seorang kakek penggembala kambing bernama Hubaib An-Najjar, pemilik Yasin.

Keduanya mengucap salam.

"Kalian berdua siapa?" Tanya Hubaib.

"Kami utusan Isa as. yang diperintahkan berdakwah kepada kalian untuk meninggalkan berhala agar beribadah kepada Arrahman".

"Kalian punya bukti?"

"Punya. Atas ijin Allah, kami bisa menyembuhkan orang sakit, mata buta asal, penyakit lepra dan menghidupkan orang mati".

"Aku punya anak yang menderita sakit menahun".

"Mari coba kita lihat bersama kondisinya seperti apa," balas kedua utusan Nabi Isa tersebut.

Begitu sampai ke rumah kakek Hubaib, kedua utusan Nabi Isa as. itu mengusap tubuh anak tersebut. Dengan ijin Allah, anak itu langsung berdiri dan bener-benar sembuh.

Hubaib akhirnya beriman. Kabar kedua utusan Nabi Isa as. segera menyebar ke penjuru kota sehingga banyak penduduk yang berduyun-duyun meminta obat, sembuh semuanya di tangan kedua utusan Nabi Isa as. tersebut.

Versi cerita lain, yang disembuhkan dua utusan Nabi Isa itu bukan anaknya Hubaib, tapi Hubaib sendiri, yang menurut keterangan, dia mengalami kebutaan dan berhasil sembuh berkah ijin Allah lantaran dua utusan Nabi Isa as. itu.

Waktu itu, Kota Antiochia Caesaria dipimpin oleh Raja bernama Afthechas (أفطيخيس), salah satu raja paling berpengaruh di Yunani dan penyembah berhala. Afthechas mendengar kabar "kesaktian" dua utusan itu. Ia kemudian mengundang keduanya, datang ke istana.

"Siapa kalian sebenarnya?" Tanya Raja.

"Kami berdua utusan Nabi Isa alaihis salam".

"Apa tujuan utama kehadiranmu ke sini?"

"Kami datang untuk mengajak Baginda Raja, dari menyembah yang tidak bisa mendengar dan tidak bisa melihat, menuju ibadah kepada Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat".

"Apakah kalian punya Tuhan selain tuhan kami? Siapa?"

"Tuhan kami Maha Mewujudkan Baginda Raja, mengatur Baginda serta (mengatur) sesembahan Anda," jawab keduanya.

"Oh, begitu, kita lihat saja, apa yang bisa kalian perbuat," Baginda Raja ketus menjawab.

Saat perjalanan pulang, kedua utusan itu diikuti oleh penduduk kota. Mereka mengepung, menculik keduanya dan memukulinya di sebuah pasar.

Versi lain tentang kisah tragis dua utusan Nabi Isa as. ini bisa Anda baca dalam judul: Mayat Hidup yang Beriman di Zaman Syam'un (Sahabat Nabi Isa)

Demikian terjamahan penulis dari Kitab Syarah Tafsir Yasin karya Syaikh Hamami Zadah, disusun Jumat malam waktu Isya', malam tirakatan 17 Agustus 2019 - 16/08/2019. [badriologi.com

Loading...