Silsilah Raden Fatah bin Kertawijaya Hingga Nabi Adam as (3)
Cari Judul Esai

Advertisement

Silsilah Raden Fatah bin Kertawijaya Hingga Nabi Adam as (3)

M Abdullah Badri
Jumat, 06 September 2019

silsilah lengkap prabu kertawijaya majapahit dan raden fatah
Silsilah walisongo - Raden Fatah Demak bin Prabu Kertawijaya hingga Nabi Adam as. Ilustrasi: istimewa.

Oleh M Abdulah Badri

KURANG lebih pada tahun 1300 M, di Champa ada seorang penguasa yang lebih populer disebut sebagai Raja Kuntara, raja kafir Binatara. Dia memiliki tiga anak: 1). Darawati Murdaningrum, 2). Dewi Candrawulan, dan 3). Raden Cingkara.

Salah satu muballigh Islam dari Arab, Sayyid Ibrahim Asmaraqandhi, atau yang lebih populer disebut Ibrahim Asmara, datang ke negeri Campha dengan misi: mengajak sang raja supaya memeluk agama Islam. Atas kuasa Tuhan, sang raja akhirnya mau masuk Islam hingga bersedia membangun sebuah masjid serta mendukung Maulana Ibrahim menyebarkan agama Islam di Champa.

Akhir-akhir, Maulana Ibrahim dinikahkan dengan putri keduanya bernama Dewi Candrawulan. Adapun putri tertua sang raja bernama Darawati Murdaningrum diperistri Prabu Kertawijaya, Majapahit.

Baca: Sejarah Indonesia Minus Bab Sejarah Singkat Para Sunan dan Wali

Jadi, Maulana Ibrahim Asmara terhitung (adik) iparnya Prabu Kertawijaya. Dari istri asal Champa, Maulana Ibrahim memiliki tiga keturunan; 1). Raja Pandita, 2). Raden Rahmat, dan 3). Siti Zainab.

Sementara itu, jumlah putra Prabu Kertwaijaya sangat banyak. Namun, yang terkisahkan dari istri Pademi (permaisuri), adalah: 1). Raden Arya Damar, seorang adipati di Palembang.

Dari istri asal Champa, menghasilkan keturunan bernama; 1). Puteri Hadi, istri dari Adipati Jayaningrat, Pengging, 2). Lembu Peteng (Madura), dan 3). Raden Gugur.


Dari ibu di Ponorogo, anak Prabu Kertawijaya adalah; 1). Betara Katung, Ponorogo, 2). Adipati Luwanu. Dari istri di Bagelatan, ada putra bernama Jaran Penoleh, yang mukim di ....(tidak bisa terbaca oleh penerjemah).

Dari istri asal Champa lainnya, lahir putra bernama Hasan, yang kemudian lebih populer disebut sebagai Raden Fatah. Raden Fatah inilah yang selanjutnya mendirikan kerajaan Islam pertama di Demak Bintoro. Selengkapnya, saya coba jelaskan nasab-nasabnya.

  1. Raden Fatah (Hasan), bin 
  2. Kertawijaya, bin 
  3. Raden Suruh (Raja Majalengka), bin 
  4. Mundiwangi (Raja Pajajaran), bin 
  5. Mundisari (Pajajaran), bin 
  6. Raden Laliyyan (Pajajaran), bin 
  7. Rawis Renggo (Jenggala), bin 
  8. Tebu, bin 
  9. Lembu Amiluhur (Jenggala), bin 
  10. Resi Kentayu, bin 
  11. Kendhihawan, bin 
  12. Srimapunggung, bin 
  13. Silajalu, bin 
  14. Puncadriya, bin 
  15. Citrasuma, bin 
  16. Suma Wicitra, bin 
  17. Genderayana, bin 
  18. Jaya Amijaya, bin 
  19. Jayadharma, bin 
  20. Hudayana, bin 
  21. Parikesit, bin 
  22. Angkawijaya, bin 
  23. Arjuna, bin 
  24. Pandu (Ngastina), bin 
  25. Habiwasa, bin 
  26. Pulasara, bin 
  27. Raden Saheri, bin 
  28. Raden Sekuterem, bin 
  29. Raden Sutapa, bin 
  30. Manawasa, bin 
  31. Marigena, bin 
  32. Hyang Trustili, bin 
  33. Srikati, bin 
  34. Wisnu, bin 
  35. Sang Hyang Guru, bin 
  36. Sang Hyang Tunggal, bin 
  37. Sang Hyang Wening, bin 
  38. Sang Hyang Wenang, bin 
  39. Sang Hyang Nur Roso, bin 
  40. Raden Nur Cahya, bin 
  41. Nabi Adam alaihissalam.

Demikian terjemah halaman 3-5 Kitab Tarikh Auliya' KH. Bisri Musthofa. Rampung ditulis pada Jumat malam, 6 September 2019, pukul 23.04 WIB. Terjemah selanjutnya berjudul: Silsilah Maulana Ibrahim Asmarqandi hingga Sunan Ngudung (4). [badriologi.com]