Kisah Iskandar Zulkurnain dan Luqman Al-Hakim -->
Cari Judul Esai

Advertisement

Kisah Iskandar Zulkurnain dan Luqman Al-Hakim

Badriologi
Jumat, 04 Desember 2020
Kitab Pegon Tambihun Nahdliyyin

Dolar dari download buku

 

syiir bad'ul amali ke-29 tentang zulkarnain
Arti syiir Bad'ul Amali ke-30 beserta penjelasannya. Foto: badriologi.com.

Oleh M. Abdullah Badri


SETELAH menyatakan tiadanya Nabi perempuan di Nadham ke-29, pada Nadham ke-30 ini, muallif Bad'ul Amali menegaskan bahwa Iskandar Dzulkurnain dan Lukman Al-Hakim tidak dikenal sebagai Nabi. 


Berikut syi'ir Bad'ul Amali yang penulis baca dalam Majelis Ngaji malam Kamis di Mushalla Al-Firdaus, Ngabul, 25 November 2020. 


وَذُو الْقَـــــرْنَيْنِ لَمْ يُعْرَفْ نَبِيــــــــــــاًّ ۞ كَذا لُقْمَانُ فَاحْذَرْ عَنْ جِدَالِ


Artinya:

"Dzulqornain tidak dikenal sebagai Nabi. Begitu juga Luqman. Maka, jauhilah perdebatan".


Menyebut Nabi kepada selain Nabi adalah kufur. Tidak mempercayai kepada sosok yang disebut Nabi, juga kafir. Semua perkara harus didudukkan sesuai dalil dan ajaran tauhid yang benar. 


Oleh muallif, Iskandar tidak langsung disebut sebagai bukan Nabi (ليس نبياً), tapi tidak dikenal sebagai seorang Nabi (لم يعرف نبيا). Ini sebagai bentuk kehati-hatian, karena status kenabian Dzulkurnain terjadi khilaf antar ulama. Al-Qur'an sendiri menyatakan, ada Nabi yang memang ditulis ceritanya, adapula yang tidak, sebagaimana Allah Swt. berfirman: 


وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ مِنْهُمْ مَنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَنْ لَمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ


Artinya:

"Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu". (QS. Al-Mukmin: 78).  


Asal Mula Julukan Zulkarnain

Secara bahasa, Dzul Qornain (ذُو الْقَـــــرْنَيْنِ) artinya memiliki dua tanduk. Dua tanduk itu artinya: 


  1. Penguasa dua kerajaan di Barat dan Timur (Persia dan Rum).
  2. Pernah menjelajah hingga ke perbatasan Bumi di Barat dan Timur (letak terbit dan terbenamnya Matahari).
  3. Memiliki dua tanduk yang terkepang di kanan dan kiri kepala.
  4. Bekas bekas luka memar (mrempul besar) di kepala karena saat ia hendak lahir, faroj ibunya disumbal dengan kaki oleh sang ayah dengan harapan supaya hari lahirnya molor, sesuai dengan yang dikehendaki. Bekas sumpatan kaki itu tampak seperti tanduk saat Dzulkurnain dewasa. 
  5. Lambang keberanian, laiknya kambing jantan petarung.  


Ibnu Jama'ah menyatakan, Iskandar Dzulkurnain bukanlah seorang Nabi. Ia adalah seorang raja yang mukmin, shalih dan adil. Inilah pendapat yang benar dan menurut penulis Nukhbatul La'ali, pendapat ini sesuai dengan kesepatakan para ulama ahlussunnah wal jama'ah (hlm: 88). 


Meski begitu, Ad-Dhahhaq bin Muzahim (riwayat saat dia masih kecil), Muqotil bin Hayyan (mufassir tsiqoh, murid Ad-Dhahhaq bin Muzahim) dan Abdullah bin Umar menyebut Dzulkurnain sebagai Nabi dengan dalil teks lahiriyah Surat Al-Kahfi berikut ini. 


حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ مَغْرِبَ الشَّمْسِ وَجَدَهَا تَغْرُبُ فِي عَيْنٍ حَمِئَةٍ وَوَجَدَ عِنْدَهَا قَوْمًا ۗ قُلْنَا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِمَّا أَنْ تُعَذِّبَ وَإِمَّا أَنْ تَتَّخِذَ فِيهِمْ حُسْنًا


Artinya: 

"Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam Matahari, dia melihat Matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: "Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka". (QS. Al-Kahfi: 86). 


Dalam ayat di atas, Dzulkarnain mendapatkan perintah dari Allah. Tapi hal itu tidak serta merta disebut sebagai wahyu. Ada kemungkinan bahwa perintah Allah ke Dzulkarnain itu hanyalah ilham, atau sudah melewati wahyu seorang Nabi sebelum sampai ke Dzulkarnain. 


Ada dua Iskandar yang dikenal dalam sejarah. Pertama, Iskandar Rumi, sahabat Khidzir. Kedua, Iskandar Yunani, sahabat Aristo yang hidup pra Nabi Isa as. Yang menjadi perdebatan adalah Iskandar Rumi. Al-Qurthubi menyebut, Imam Mahdi juga mendapatkan julukan Iskandar Dzulkarnain karena kelak dia menguasai sudut terbit dan tenggelamnya Matahari di muka bumi. Pendapat ini juga diiyakan oleh Az-Zuhri dan dipilih oleh Al-Baghawi. 


Seorang laki-laki pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang siapa Dzulkarnain yang sejarahnya tertulis dalam Al-Qur'an itu. Nabi menjawab: 


كان من الروم فأعطي ملكا فصار إلى مصر وبنى إلى إسكندرية 


Artinya:

"Dia dari Rum, yang diberi kekuasaan hingga Mesir dan membangun negerinya, Iskandariyah". 


Menurut satu pendapat, Iskandar hidup di zaman Nabi Ibrahim as. Ia tercatat pernah berjalan kaki menjalankan ibadah haji dan bermukim di Masjidil Haram. Iskandar berjalan kaki karena dia mendengar ada Nabi Ibrahim as. yang mukim di Makkah. 


"Aku tidak pantas berkendara di atas negeri yang didiami oleh Khalilur Rahman," demikian kata Iskandar. 


Mendengar tawadlu'-nya akhlak Iskandar tersebut, Nabi Ibrahim as. kemudian menemuinya, mengucapkan salam dan berjabat tangan. Nama Iskandar Dzulkuranain inilah yang disebut-sebut sebagai manusia pertama yang berjabat tangan setelah salam. 


Iskandar Rumi atau Ikskandar Dzulkuranain ini sempat mendampingi Khidzir saat mencari lokasi ma'ul hayat (air kehidupan). Khidzir menemukan lokasinya, mandi dengan air hayat itu, sementara Iskandar tidak karena saat berjalan dengan pasukan pencari jejak, Khidzir berada di depan membawa bendera. Umur Khidzir pun lebih panjang daripada Iskandar, dan hidup hingga sekarang. Konon, umur Iskandar hanya mencapai 1.600 atau bahkan 2.000 tahun, sebagaimana riwayat pidato Qos bin Sa'idah di Pasar Ikadl yang menyebut umur Iskandar Dzulkurnain 2.000 tahun. 


Dalam tafsirnya, Abul Haq menyebut Iskandar hidup di masa kosongnya kenabian (fatroh) antara Nabi Isa dan Nabi Muhammad Saw. Meski pendapat ini dianggap asing (keterangan ini masyhur terkait masa hidup Iskandar Yunani), tapi bisa dikompromikan. Artinya, bisa jadi Iskandar hidup sejak zaman Nabi Ibrahim as. hingga bertemu zaman dengan Nabi Isa as. karena umurnya sangat panjang. 


Tentang Lukman, para ahli Tafsir -termasuk Mujahid- menyatakan bahwa dia adalah sosok raja yang menguasai bumi, dari Timur hingga ke Barat. Ia pernah berguru kepada 2.000 Nabi. Pendapat mayoritas ulama menyatakan Lukman adalah seorang wali. Bukan seorang Nabi.


Dari segi rupa, Lukman digambarkan sebagai sosok yang memiliki wajah cokelat. Nama lengkap Lukman adalah Ibnu Ba'ur bin Nahur bin Tarikh. Ia adalah Azar, ayah Nabi Ibrahim as. yang merupakan anak dari saudara perempuan Nabi Ayyub. Umurnya mencapai 1.000 tahun dan bertemu zaman dengan muridnya, Nabi Dawud as.


Sebelum Nabi Dawud as. diutus sebagai Rasul, Lukman Al-Hakim berprofesi sebagai mufti. Begitu Nabi Dawud as. diutus, Lukman berhenti mengeluarkan fatwa.     


Baik Lukman maupun Iskandar Dzulkurnain, keduanya adalah seorang mukmin. Beda dengan Bukhta Nasshor dan Namrudz/Numrudz bin Kan'an (Persia), yang bukan muslim. 


Bila diartikan, Bukht (بوخْت) artinya anak. Nasshor (نَصَّر) artinya berhala. Anak Berhala. Dinamakan demikian karena saat lahir, ia berada di sekitar berhala. Sebab ayahnya tidak jelas siapa, ia kemudian dinamakan "Anak Berhala", Bukhta Nasshor. Ia adalah seorang Majusi yang pernah merobohkan Baitul Maqdis serta berbuat kedhaliman kepada Bani Isra'il. 


Watak serakah kaum Yahudi di Iraq kemungkinan diwarisi dari Bukhta Nashhor ini. Ia pernah memboyong kambing-kambing di Baitul Maqdis dipindahkan ke Kota Babil (Babylon) di zamannya. [badriologi.com]    


Download PDF sumber artikel:

  1. Dha'ul Ma'ali (hlm: 21-22)
  2. Nukhbatul La'ali (hlm: 88-91)
  3. Darojul Ma'ali (hlm: 100-102)

Flashdisk Ribuan Kitab PDF

close
Iklan Flashdisk Kitab 32 GB