![]() |
| Teks syair Atakum yang saya koreksi. |
Oleh M. Abdullah Badri
Setiap pembeli buku saya Nuhudlul Kafi, bagi yang mau, saya masukkan grup WA khusus penyair Arab (syu'aro). Di grup bisa saling koreksi syair. Jur juran mengoreksi di sana, sangat terbuka. Rata-rata memang kiai dan santri. Ndak ada ojing masuk ke grup.
Hari ini, 17 Juni 2026, saya diminta mengoreksi oleh dua penyair Arab yang masuk dalam grup syu'aro tersebut. Dari Magelang dan Jombang. Judulnya Miftahul Fauzan dan Atakum. Yang pertama 15 bait Bahar Rojaz. Yang kedua 11 bait syair Bahar Thowil. Baca seluruh syairnya di gambar yah. Berikut catatan saya:
Syair Pertama (Miftahul Fauzan)
Bait علمه الحديث الأبوان mengalami inkisar wazan Bahar Rojaz. Jadinya ngikut wazan مفتعلن متفعيل فعولن (taf'ilat keduanya tidak dikenal di Rojaz). Kasus yang sama juga menimpa bait yang tertulis فسهمك الوحيد الأذنان. Syadz juga di bait به كنت الصائد للعرفان yang ikut wazan tak dikenal di taf'ilat Rojaz, yakni: متفعيلن, tepatnya di kata بهي كنتصـ. Selain itu, secara Nahwu, kata من أهليك yang pakai ya', saya anggap ganjil. Dibuang ya' nya pun tidak akan meyalahi taf'ilat Bahar Rojaz, dan lebih fasih secara bahasa.
Secara qofiyah, bagus. Berakhiran nun maksurah di akhir satar pertama maupun akhir satar kedua. Ini perkara yang tidak wajib, namun, bila dipakai, termasuk unsur keindahkan yang menarik. Dalam bahasa Arudl, menerapkan hal yang tidak wajib demi keindahan syair disebut sebagai iltizamu ma lam yulzam (إلتزام ما لم يلزم).
![]() |
| Syair Miftahul Fauzan hlm. 1, yang saya koreksi. |
![]() |
| Syair Miftahul Fauzan hlm. 2, yang saya koreksi. |
Syair Kedua (Atakum).
Ketika menulis, penyair mentok menggunakan kalimat yang secara wazan Bahar Thowil, tidak sesuai kaidah. Tepatnya di kalimat مبين الضوابط yang bila ditaqthi', ikut wazan فعولن مفاعل. Ini tidak sesuai wazan legal Bahar Thowil. Yang dikenal adalah wazan فعولن مفاعيل pakai ya' setelah ain. Dia tanya, apakah boleh pakai wazan مفاعل. Saya jawab: yang boleh hanya مفاعيل (yang dimakfuf) dan itu pun qolil isti'mal (jarang dipakai).
Agar sesuai wazan, saya usul mengganti مبين الضوابط menjadi مبينٌ بِضبطه. Apa jawabannya dia? "Alhamdulillah cerah pikiran". Wkwkwkwk. Lalu, dia berkata: "Jujur mawon bukune jenengan (Nuhudlul Kafi) membantu kulo jeli, yi". Katanya, cara saya menyampaikan materi Arudl di buku sangat berbeda.
![]() |
| Syair Atakum yang saya koreksi. |
Alhamdulillah jika buku saya bermanfaat untuk para pecinta Arudl di seluruh Indonesia. Baru 400an eksemplar dicetak. [badriologi.com]
M. Abdullah Badri, penulis Buku Nuhudlul Kafi fi Ilmil Arudl wal Qowafi (Berdaya dengan Ilmu Arudl dan Qofiyah).








