Hati-Hatilah Dengan Muhammad Kharis Hilmi Jepara? -->
Cari Judul Esai

Advertisement

Hati-Hatilah Dengan Muhammad Kharis Hilmi Jepara?

M. Abdullah Badri
Minggu, 14 Juni 2026
Flashdisk Ebook Islami

Kitab Makna Pesantren
siapa muhammad haris khilmi
Komentar kasar Kharis Hilmi karena saya menolak orkes di Jepara.

Oleh M. Abdullah Badri


Anak ini, yang komentarnya kasar seperti saya posting di atas, namanya Muhammad Kharis Hilmi. Asal Krapyak, Tahunan, tapi setelah menikah, di tinggal di Desa Pekalongan, Batealit, Jepara. 


Bertahun-tahun ngaji ke saya. Tapi, kini dia menaruh dendam hanya karena saya mendudukkan perkara yang keliru tapi dia tidak terima karena seolah saya membela temannya daripada dia. Yang saya bela temannya, saya yang kena pulutnya.


Dia pernah datang ke rumah mengembalikan sertifikat Rijalul Ansor yang pernah saya berikan sebagai apresiasi atas bantuannya di program Turots. Urusannya bukan dengan saya, tapi dengan Rijalul Ansor. Ya saya bentak sampai si Kharis ini dredeg di hadapan banyak kawan ngajinya di malam Ahad kala itu.


Saya tidak menggunakan Petak Sayyidina Ali dan Petak Sayyidina Hamzah. Saya pernah menggunakannya, dan kapok memakainya lagi sebab target langsung pingsan selama satu jam di samping saya tanpa saya sadari. Korbannya masih hidup sekarang, dan jadi sahabat dekat, yang sebentar lagi akan mencalonkan diri sebagai kepala desa di Jepara bagian Utara di akhir tahun 2026 ini.


Si Kharis ini belum pernah pingsan merasakan petak. Saya kasihan dengan dia. Hidupnya hutang ke banyak teman, yang mereka adalah junior saya. Jadi, saya tahu. Dia sempat mulang ngaji di Desa Mantingan, tapi bubar sebab cara ngajinya, kata orang-orang, membingungkan. Tidak mudah dicerna. Mbulet. 


Pernah jadi guru di SMAI, tidak betah sebab konflik dengan kepala sekolah. Egois. Di NU Desa Pekalongan, dia tidak dipercaya sebab lisanya molah-malih (tidak bisa dipegang). Begitu pula di GP. Ansor, dulu sempat jadi sekretaris Rijalul Ansor PAC GP. Ansor Kecamatan Batealit, sekarang dijauhi karena omongannya jelek. Dengan ibunya saja dia berani berkata ngawur dan kasar, apalagi kepada customer mebelnya. 


Ya. Dia dulu pernah bisnis makelaran mebel via online. Banyak pengrajin kecewa karena omongan yang tidak bisa ditata. Pembelinya juga banyak yang dikecewakan. Sempat tutup tidak jualan mebel. Kabar yang saya ketahui dari tetangganya, dia pernah membuka bimbingan belajar kitab kuning, tapi sepi, tidak ada peminat. Pernah pula membuka ngaji kitab di Tiktok, sepi seperti kuburan. Tidak ada yang merespon. 


Dia pembenci habaib. Siapapun habib, dia tidak suka. Pernah gabung ikut di PWI-LS Kabupaten Jepara di masa kepengurusan (alm.) Anas Arba'ani, tapi perannya tidak dianggap. Penghinaannya kepada habaib di akun media sosialnya sudah keterlaluan. 


Dulu pernah ingin gabung di Lesbumi, lembaga seni dan budaya di bawah naungan PCNU Jepara. Namun, lagi karena mulutnya yang tidak bisa diatur, dia tidak dianggap dan dijauhi oleh para pengurus lainnya. 


Akhirnya, si Haris lontang-lantung. Demi menghidupi keluarganya, dia menjual buku koleksi, yang dulu, kata dia, pernah meniru saya karena kagum saya bisa beli buku jutaan rupiah. Tersiar pula dia akhirnya jualan krupuk ngalor ngidul demi anak istrinya. 


Anak durhaka kepada orangtua, hidupnya tidak akan mudah. Jika Anda tidak ingin rugi, jangan sekali-kali bekerjasama dengannya yang mengeluarkan uang. Saya posting ini sebab mulutnya sudah keterlaluan. [badriologi.com]. 


Flashdisk Ribuan Kitab PDF

close
Iklan Flashdisk Gus Baha