Malik Bin Dinar Bertemu Pemabuk Berat -->
Cari Judul Esai

Advertisement

Malik Bin Dinar Bertemu Pemabuk Berat

M. Abdullah Badri
Kamis, 02 Juli 2026
Flashdisk Ebook Islami

Kitab Makna Pesantren

kisah malik bin dinar bertemu pemabuk berat taubat
Kisah pemabuk berat.

Oleh M. Abdullah Badri


SETELAH Shalat Isya' di masjid, Malik bin Dinar hendak pulang. Di jalan, dia berjumpa dengan seorang laki-laki mabuk. Tangannya masih memegang botol. Tiap jatuh sebab oleng, dia selalu mengucap "Ya Allah". Apik cah iki, ora misuh. 


"Lambe najis khomr ora pantes ngucap Allah," kata Malik bin Dinar. Banyu gendeng coro fiqih kuwi najis loh yah. Podo karo ngombe uyoh jaran


Melihat mulut najis ngucap jalalah, Bin Dinar gemes, dia kembali ke masjid mengambil ember berisi penuh air untuk disiramkan ke kepala dan mulutnya. Setelah itu, dia berdoa semoga dia mendapatkan hidayah dan disembuhkan dari kecanduan khomr. 


Dalam tidurnya setelah pulang, Bin Dinar mendengar orang dari arah langit yang menyeru, "Hei, mbah Malik Bin Dinar, kau telah membersihkan mulutnya sebab Allah, sekarang, Allah membersihkan hatinya karena engkau". Cah mabuk kuwi berada di samping si penyeru. Kaget lah Bin Dinar, dan bangun. 


Jelang fajar, di tengah gelap, Bin Dinar mengumandangkan adzan. Masih sepi orang di masjid. Gelap pula. Belum ada listrik seperti sekarang. Di gelapnya fajar itu, Bin Dinar melihat seorang laki-laki yang menangis sesenggukan dan memohon ampun kepada Allah Swt. Suaranya terdengar jelas oleh Bin Dinar. Meski penasaran akan sosoknya, Bin Dinar hanya mengucap "MasyaAllah". 


Habis shalat Subuh, Bin Dinar berniat ingin menemuinya, untuk ikut mendoakannya. Betapa kaget, ternyata laki-laki itu adalah orang ditemuinya sedang mabuk di jalan setelah Isya' tadi. Ya Allah, tak disangka. 


"Assalamu'alaikum, bagaimana kabar kisanak?" Tanya Bin Dinar.


"Alhamdulillah, akan aku ceritakan padamu bahwa Allah telah mengabulkan doa orang yang telah mendoakanku," jawabnya, tanpa dia ketahui bahwa orang tersebut adalah Malik bin Dinar sendiri, yang ada di hadapannya. 


Begitulah jika Allah Swt memberi jalan taubat kepada orang yang masih mengagungkan asma' jalalahnya. Jika ojing ingin tobat dari mendem, aku siap guyang banyu sak ember sampe marem. Ngiduni yo siap, ben najis banyu gendeng si ojing resik sik. Haha. [badriologi.com]


Flashdisk Ribuan Kitab PDF

close
Iklan Flashdisk Gus Baha