Cara Turunkan Gula Darah dengan Ngrowot dan Nyirih -->
Cari Judul Esai

Advertisement

Cara Turunkan Gula Darah dengan Ngrowot dan Nyirih

M. Abdullah Badri
Sabtu, 07 November 2026
Flashdisk Ebook Islami

Kitab Makna Pesantren
cara terapi menurunkan kadar gula darah diabetes
Diabet Turun Berkah Ngrowot dan Nyirih.


Oleh M. Abdullah Badri


UMUR 40 tahun ke atas memang rawan berpenyakit menahun. Walaupun tidak terasa, namun, bisa lumayan akut akibatnya jika tidak dikontrol. Pada Rabu (4 Nov 2026) kemarin, saya cek medis ke RSUD Kartini Jepara. Ginjal, paru-paru, jantung, dan organ lainnya dinyatakan normal. Begitu pula kolesterol, asam urat, lambung, dll. Normal. Namun, tingkat gula darah mencapai angka 384 (kritis). Saya akhirnya diminta cek ulang pada hari ini, Sabtu, 7 November 2026. 


Piye carane, kudune mudun, mas gula darah jenengan. Ben lolos. Begitu kata petugas MCU (Medical Check-Up) RSUD. Atur pola makan, jangan begadang, olahraga dan ambil obat ke Faskes BPJS terdekat. Saya melakukan semua saran dia. Tapi, khusus pola makan, saya lebih ekstrim dari yang dia kira. Sejak Rabu, saya berhenti mengonsumi nasi (diganti beras merah dan jagung giling), kopi tanpa gula, tidak mengonsumsi telur, ikan dan semua yang berasal dari hewan. Alias ngrowot dan nyirih (tarki dzi ruh). 


Tapi, saya masih tetap bergadang walau tidak penuh semalaman dan tetap mengonsumsi obat dokter. Hasilnya, gula darah saya hari ini turun drastis menjadi 122. Kurang 262 poin. Alhamdulillah. Tidak lemes tanpa makan asi, mas? Tanya dokter. "Mboten, hanya moplok saja dan dredeg," jawab saya disambut senyumnya yang lebar. 


Meski turun, diabet tidak bisa dihilangkan secara teori. Itu kata dokter muda di MCU tadi. Tapi, menurut teman saya, ngrowot setahun sangat mungkin bisa menormalkan kembali gula darah. Itulah yang saya lakukan. Hanya dengan ngrowot sehari, saya langsung moplok, berkeringat, dan itu tanda gula darah turun, terbukti ketika dites ulang hari ini. 


Kata mas dokter muda MCU tadi, lumrahnya, diabet hanya bisa dikontrol. Tidak bisa musnah. Caranya ya dengan konsumsi obat dokter. Tenang, tidak akan membahayakan ginjal kok. Sebab, obat yang berakibat fatal ke ginjal itu obat keras. Bukan obat diabet. Kata dia lagi, jangan menyiksa diri tidak makan nasi. Tidak apa, asal tetap konsumsi obat. Dan menurutnya, penderita diabet harus konsumsi obat itu seumur hidup dan mengurangi ngemil.


Pil diabetes ternyata membantu ginjal bekerja menyerap gula. Jika tidak dibantu dengan obat, sepuluh tahun lagi, bukan tidak mungkin terjadi gagal ginjal. Dan harus rutin cuci darah. Dan biasanya, kalau sudah demikian, umur tidak panjang. Lumrahnya antara 3-5 tahun. Kata-kata dokter inilah yang membuat saya terbelalak dan bergidik. 


Oleh sebab itu, saya akan mengikuti saran dokter mengonsumi obat gula darah. Jika habis, akan minta ke Puskesmas pakai BPJS yang sudah dibayar oleh negara (punya saya tapi yah). Dan saya pun kembali ngopi pakai jahe dan gula, kembali makan nasi (kadang pakai jagung giling), tetap bergadang, tapi kurangi ngemil (ket biyen sih gak patek doyan ngemil). 


Din, nek dirimu keno gulo, ndang cek. Sedurunge tutuk 600, dut pedot ndadak uripmu! [badriologi.com]


Flashdisk Ribuan Kitab PDF

close
Iklan Flashdisk Gus Baha