Hancurkan Rumah Dibangun Ulang Sebabkan Bangkrut? -->
Cari Judul Esai

Advertisement

Hancurkan Rumah Dibangun Ulang Sebabkan Bangkrut?

M. Abdullah Badri
Jumat, 06 November 2026
Flashdisk Ebook Islami

Kitab Makna Pesantren
benarkah menghancurkan rumah untuk dibangun sebabkan bangkrut
Hancurkan Rumah Dibangun Ulang Sebabkan Bangkrut?


Oleh M. Abdullah Badri


INI kisah nyata. Kenalan saya. Tapi saya tidak usah sebut nama. Dia tiba-tiba menjadi tajir melintir. Gara-gara internet, hidupnya berubah. Gaya hidupnya sih masih seperti dulu, namun, dia bisa memiliki tanah dan rumah yang nilainya setara satu ekor Pajero. Dua lantai, meskipun belum sempurna. 


Dia juga noroki rumah Pak Leknya. Nilainya mungkin sampai 50 ekor wedus etawa gemuk. Tajir lah pokoknya. Alhamdulillah, dia memiliki kediaman sendiri yang nyaman. Yang dua lantai itu, dulu adalah tanah dan rumah lawas. Dia bongkar rumah itu secara total, lalu dia bangun ulang lagi. Baru. Tidak renovasi. 


Waktu itu, ada teman bilang, membongkar rumah bekas secara total lalu dibangun kembali untuk ditempati sendiri, itu akan mengakibatkan rejeki melimpahnya cepat selasai. Alias bangkrut. Ini, katanya, adalah mitos yang terbukti dalilnya berkali-kali. Sehingga, menghampiri dibenarkan. 


Terbukti memang, setelah menempati rumah baru itu beberapa bulan, kenalan saya tersebut memang mengalami kebangkrutan. Dulu, pas masih tajir, dia biasa kasi pinjaman ke teman-teman saya hingga puluhan. Dan gampang pula keluarnya. Kini, nyangoni anak sekolah dan nafkahi istrinya, sering telat. Sumbernya kering. Tidak seperti dulu.


Mitos jadi kokoh sebab sampelnya makin ada. Katanya, lebih baik membangun rumah di tanah kosong daripada menghancurkan rumah lawas total diganti baru agar rejeki makin meluas. Saya baru tahu ada mitos ini. Namun, katanya lagi, gejala ini tidak akan berlaku bagi orang yang tidak menempati rumah tersebut.


Saya berusaha mencari dalilnya, belum nemu. Setahu saya, menjual warisan untuk usaha tidak akan pernah untung. Warisan harus kembali jadi aset atau dikonsumsi saja. Minimal buat danai kuliah anak atau dibuat berangkat haji or umrah. Sebab, kata ayah saya dulu, warisan adalah pusaka orangtua. Ini ada alasan adabnya, lha kalau bangkrut sebab membangun rumah dari bekas tanah yang dulu ada rumahnya, dalilnya apa? 


Saya mohon diberi jawaban, kang Din! Kok iso? [badriologi.com]

Flashdisk Ribuan Kitab PDF

close
Iklan Flashdisk Gus Baha