NU Itu Juru Kunci Pathok Nusantara

nu juru damai dunia dan juru kunci makam nusantara
Ilustrasi
"Saya kuatir keluarga saya akan diganyang oleh orang-orang kunyuk itu, padahal bukan PKI. Kalau saya langsung tunjukkan KTA NU kan netral. Aman, saya NU. NU Sangat anti PKI," terangnya kepada saya.

Oleh M Abdullah Badri

NAMANYA juru kunci, tugasnya ya hanya membukakan pintu jika ada ziarah ke makam. Juru kunci bukan pemilik makam. Apalagi shohibul makam. Ketika makam kotor, tidak tertib, ia membersihkan. Dia menjaga, tapi makam bukan properti pribadinya. Ini hanya tamsil untuk NU dalam menjaga negeri ini, NKRI.

Perumpamaan ini saya dengar dari teman di Semarang, yang beberapa hari lalu minta supaya KTA sebagai anggota NU bisa dipakai oleh orang yang membutuhkan.

"Untuk apa?

"Biar aman mas pas ada provokasi PKI sebentar lagi?"

"Sebentar lagi? Bukannya sudah sejak dulu isu PKI selalu dipakai?" Tanyaku.

"Saya kuatir keluarga saya akan diganyang oleh orang-orang kunyuk itu, padahal bukan. Kalau saya langsung tunjukkan KTA NU kan netral. Aman, saya NU. NU Sangat anti PKI," terangnya kepada saya.

Yang meminta KTA ke dia, katanya, malah anggota partai warna warni. Ada yang warna merah, kuning, biru, bahkan hijau. Bagi mereka, NU adalah juru kunci, bukan sekadar juru damai.

Itu terbukti dalam siklus 20 tahunan (28, 45, 65, 84, 96-98, dan kemungkinan 2018/2019). NU tetap kokoh dan jadi rujukan tali-tali persaudaraan yang tercerabut.

Dalam rentang waktu tersebut, NU beradaptasi per 29 tahun, mulai berdiri 1926 (jadi jamiyyah sosial agama), 1955 (jadi partai politik), 1984 (kembali ke khittah) dan 2013 (kaderisasi gerakan sipil, hingga menemukan Islam Nusantara sebagai antitesis, pada tahun 2015).

Dalam fase tersebut, NU selalu jadi juru kunci atas pathok yang saya sebut Nusantara. Uniknya, ia tidak pernah merasa berhak atas Nusantara, atas pathok tersebut. NU hanya menjaga, membersihkan jika kotor, ikut memperbaiki jika ada yang rusak. Sementara yang lain, kadang ada yang mencoba merobohkan, bahkan malah menjadi makam hingga kini.

Status iki aku kok gak iso cengengesan yow. Kesel kayake. Gemes dengar isu teror, PKI dan RAS mau naik lagi. [badriologi.com]
Advertisement

Klik untuk komentar