Ketika Foto dan Nama Habib Luthfi Dighoshob

Foto Abah Luthfi. Istimewa
MENGGUNAKAN sandal orang lain tanpa ijin, itu namanya ghosob. Sebagaimana pula menyantumkan foto orang lain tanpa ijin demi sesuatu yang diinginkan. Itu pernah dialami Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan.

Tanpa ijin, tanpa sowan, foto dan nama besar Abah Luthfi dipakai oleh panitia pengajian. Tidak main-main, foto beliau dipasang pada banner gedhe-gedhe di beberapa sudut kota. Disebut sebagai pembicara.

Ketika ada santri beliau yang konfirmasi, ternyata pada tanggal dan jam itu, tidak ada jadwal ngaji di lokasi sebagaimana diumumkan luas. Tapi anehnya beliau berniat datang. Dan memang datang di hari H. MasyaAllah akhlak beliau.

Abah Luthfi tetap ceramah. Acara berjalan lancar. Ribuan orang hadir. Tapi usai ngaji, panitia yang sengaja menyantumkan nama beliau itu, di-elingke. “Ngono yo ngono tapi yo ojo ngono”. Kalau niat menghadirkan mbok yaw sowan, ijin, baru publikasi.

Main serobot sama sekali bukan tabi’at santri kepada kiai-nya. Wajar akhirnya ada kabar yang beredar kalau dia mendapatkan balasan tidak diakui sebagai santri dari kiainya.

Kiai kok ngapusi, wong ndi sih? Gak takut kualat blas. [badriologi.com]
Advertisement

Klik untuk komentar