Membuat Situs NU Berbiaya Murah dan Berumur Panjang 10 Tahun
Cari Judul Esai

Advertisement

Membuat Situs NU Berbiaya Murah dan Berumur Panjang 10 Tahun

M Abdullah Badri
Kamis, 17 Januari 2019

Tampilan website www.pcnucianjur.od.id
Oleh M Abdullah Badri

BEBERAPA waktu lalu saya diminta membantu membuat website oleh pengurus NU Cianjur. Saya iyakan karena Pengurus NU setingkat kabupaten banyak yang tidak memiliki alamat website, dan tidak semua kegiatan dimuat di situs induk NU Online di Jakarta.

Biasanya, situs milik NU dibikin ketika mereka baru selesai dilantik atau SK turun dari PBNU. Setidaknya begitu menurut pengalaman yang saya jumpai kala aktif di PBNU, PCNU dan PRNU.

Semangat muncul setelah ada bai'at "baya'tu". Setahun mungkin masih aktif, tapi setahun lagi, biasanya loyo, tak ada giat berarti kecuali rutinan dan menjaga tradisi, yang memang sudah menjadi tugas NU. Saya melihat, kegiatan er te nan itu lebih langgeng daripada kegiatan ke-NU struktural, meski tidak selamanya demikian di berbagai daerah.

Kala loyo tak bertenaga, situs yang dibikin dengan semangat, ya ikut terbengkalai. Untuk mengatasi hal itu, saya menyarankan agar situs-situs NU dibeli alamatnya dengan umur panjang, 10 tahun. Agar murah, pakai saja akhiran alamat or dot id, jangan dot com, apalagi dot co. Kemahalan.

Berapa biaya tahunannya? Hanya 50 ribu per tahun (ditambah pajak 10 persen). Jika beli domain aktif akhiran or dot id (khusus organisasi) selama 10 tahun, misalnya seperti ansorngabul.or.id, habisnya hanya 550 ribu untuk 10 tahun, dengan biaya urunan masing-masing anggota hanya 20 ribu atau bahkan ada yang 150 ribu. Selesai semalam tarikan pas kumpulan.

Agar tidak terbebani biaya hosting (ruang penyimpanan lah mudahnya), beli saja hosting blogger milik google yang harganya setahun cuma Rp. 10 rupiah (kalau 10 tahun cuma Rp. 100). Jadi, untuk membangun situs NU dengan domain or dot id selama 10 tahun dengan hosting di blogger hanya butuh Rp. 550.100,-. Kalau pakai wordpress, misal seperti situs Hari Santri, Santri Menara, biaya bisa 2-4 juta setahun. Bayangkan, pengurus NU mau urunan?

Situs Platform Blogger

Pakai blogger itu asyik kalau hanya buat ngepost berita, artikel atau gambar-gambar dan link video. Kita tidak membayar mahal dan insyaAllah tidak bisa dihack. Siapa juga yang bisa nge hack Google. Hanya Gusti Allah yang bisa. Dia penguasa di dunia lain bernama internet. Dan internet menurut saya tidak akan mati kecuali kiamat.

Saya insyaAllah siap membantu membangun situs pengurus NU seluruh dunia, baik PCI NU, PC, MWC, PR, Ansor, Fatayat, Muslimat, IPNU-IPPNU dan lainnya, dengan syarat:

  1. Sertakan KTP admin yang bertanggungjawab
  2. Sertakan (dalam bentuk JPG, bukan JPEG), SK organisasi di lingkungan NU yang ingin dibuatkan website. 
  3. Harus berumur panjang, beli domain minimal 10 tahun. Kurang dari itu, suruh orang lain saja yang membantu. 
  4. Harus ada yang mengelola sebagai admin setelah situs tayang di dunia maya. 

Setelah syarat 1 dan 2 dikirim, lalu uang pembelian domain sudah ditransfer ke penyedia domain, baik memalui saya atau ditransfer langsung (dengan mengirim bukti transfer sebagai alat konfirmasi pembayaran), baru saya ajukan alamat domainnya ke penyedia domain. Setelah itu, saya kasi 10 judul postingan awal sesuai konten NU kota terkait.

Lama menunggu biasanya 3-5 hari kerja. Membeli domain or dot id itu harus melalui verfikasi dulu. Tidak langsung jadi seperti dot com atau dot net dan cot co.

Begitu sudah aktif di pelayaran dunia maya, saya setting agar cantik tampilannya, seperti nampak dalam situs yang sudah saya kerjakan ini:

  1. www.pcnucianjur.or.id
  2. www.nucipayung.or.id

Saya tidak bisa desain corel draw. Jika menginginkan logo website yang lebih elegan, saya bisa usahakan jasa desain, atau, setelah mengudara nanti (dan email serta pasword admin sudah saya serahkan), bisa juga mencari pendesain sendiri untuk logo, ruang space iklan, atau lainnya, agar tidak ada biaya tambahan.

Siapa yang ingin dibantu, silakan inbox atau japri saya. Terakhir ada permintaan dari NU Tangerang dan Bangka. PBNU lewat LTN PBNU nya terlalu sibuk ngurus beginian. Biar saya saja yang sedekah membantu website NU. Doakan saja saya diakui muridnya Mbah Hasyim Asy'ari. Itu sudah cukup. [badriologi.com]