Tafsir Surat Al-Wâqi’ah (Ayat 1-16) - Kelompok Manusia Saat Kiamat

tafsir surat al waqiah ayat
Tafsir Surat Al-Wâqi’ah ayat 1-16
Oleh M Abdullah Badri

JUMLAH ayat dalam Surat Al-Wâqi’ah ada 96, diturunkan di Makkah, kecuali ayat ke-81 dan ayat ke-82, yang keduanya turun di Madinah. Selain menjelaskan dahsyatnya hari kiamat, Surat Al-Waqî’ah juga menjelaskan manusia yang dibagi menjadi beberapa kelompok besok di akhirat. Balasan apa yang diterima oleh kelompok-kelompok itu, juga dijelaskan dalam Surat Al-Wâqi’ah.

Dari hadits riwayat Ibnu Mas’ud, ia pernah mendengar Rasulullah shallâhu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya: Barang siapa yang membaca Surat Al-Wâqi’ah tiap malam, maka, dia tidak akan faqîr selamanya.

Banyak yang salah memahami hadits Nabi Saw di atas. Yang dimaksud membaca Al-Wâqi’ah dalam hadits Nabi itu sebetulnya adalah: Seseorang yang membaca Al-Wâqi’ah, mengetahui makna ayatnya serta imannya hidup, ia tentu akan selalu mawas diri akan peristiwa-peristiwa yang bakal terjadi di akhirat kelak. Akibatnya, ia tidak ingin hidup bersenang-senang di dunia. Hidup di dunia, baginya, cukuplah sekadar memenuhi kebutuhan makan, minum dan keperluan semacam itu lainnya.

Meski tidak ada kaitan makna Al-Wâqi’ah dengan kekayaan, banyak kelompok yang meyakini bahwa membaca Al-Wâqi’ah secara rutin dan istiqâmah, (bila perlu) dengan seperangkat tirakat tertentu seperti puasa, akan mendatangkan keberkahan berupa kekayaan duniawi.


Al-Wâqi’ah Ayat 1-6 | Jika Kiamat Sudah Terjadi


إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ ﴿١﴾ لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ﴿٢﴾ خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ ﴿٣﴾ إِذَا رُجَّتِ الْأَرْضُ رَجًّا ﴿٤﴾ وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا ﴿٥﴾ فَكَانَتْ هَبَاءً مُّنبَثًّا ﴿٦﴾

Artinya:
“Ketika kiamat sudah terjadi. Tiada satu pun yang mendustakannya. Ia hari yang merendahkan dan memuliakan. Ketika bumi mengalami gempa maha dahsyat, dan gunung-gunung hancur lebur, menjadi abu yang beterbangan”. (QS. Al-Wâqi’ah: 1-6).

Ketika kiamat sudah terjadi, datang kemudian peristiwa-peristiwa yang mengkhawatirkan. Ketika sudah terjadi, tiada satu pun manusia yang mendustakan hari itu. Tidak seperti ketika kiamat belum terjadi, dimana banyak orang mendustakannya.

Hari kiamat akan menunjukkan kerendahan manusia karena ia masuk neraka, dan menunjukkan kemuliaan kelompok manusia lainnya karena masuk ke dalam surga. Sebab itulah, kiamat disebut sebagai hari yang merendahkan dan memuliakan. Hari kiamat akan datang ketika (tiba-tiba) bumi mengalami gempa global maha dahsyat, dan gunung-gunung hancur lebur, sehingga menjadi (laiknya) abu yang beterbangan.

Tafsir Surat Al-Waqi'ah

Al-Wâqi’ah Ayat 7-16 | Kelompok Manusia di Hari Kiamat


وَكُنتُمْ أَزْوَاجًا ثَلَاثَةً ﴿٧﴾ فَأَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ ﴿٨﴾ وَأَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ ﴿٩﴾ وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ ﴿١٠﴾ أُولَـٰئِكَ الْمُقَرَّبُونَ ﴿١١﴾ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ ﴿١٢﴾ ثُلَّةٌ مِّنَ الْأَوَّلِينَ ﴿١٣﴾ وَقَلِيلٌ مِّنَ الْآخِرِينَ ﴿١٤﴾ عَلَىٰ سُرُرٍ مَّوْضُونَةٍ ﴿١٥﴾ مُّتَّكِئِينَ عَلَيْهَا مُتَقَابِلِينَ ﴿١٦﴾

Artinya:
“Kalian menjadi tiga kelompok. Golongan kanan, siapa kelompok kanan ini. Kelompok kiri, siapa kelompok kiri. Dan as-sâbiqûn, mereka yang terdepan. Mereka inilah yang terdekat dalam surga-surga na’îm. Sebagian besar dari umat terdahulu, dan sedikit dari umat kemudian. Di atas dipan yang terakit kukuh, serta bertelekan, mereka berhadap-hadapan”. (QS. Al-Wâqi’ah: 7-16).

Ketika itulah, wahai kalian manusia, terbagi menjadi tiga (kelompok), pertama, asẖhâbul maimanah/golongan kanan, kedua, ashẖâbul masy'amah/golongan kiri, dan ketiga, as-sâbiqûn/golongan awal. Golongan kanan, tahukah kamu, siapa kelompok kanan ini, yakni kelompok manusia yang menerima catatan buku amalnya dengan tangan kanan mereka. Kelompok kiri, tahukah kamu, siapa kelompok kiri. Mereka adalah sekelompok manusia yang menerima catatan buku amalnya dengan tangan kiri.

Setelah dua kelompok disebutkan (kelompok kanan dan kiri), kelompok lain pada hari itu ada yang disebut sebagai as-sâbiqûn, yakni mereka yang terdepan dan tercepat dalam meraih segala kebaikan: orang-orang beriman dan taat tanpa kenal surut. Mereka inilah yang terdekat dengan rahmat Allah dan masuk ke dalam surga-surga na’îm, penuh kenikmatan.

Sebagian besar kelompok ini berasal dari umat terdahulu, dan sebagian darinya sedikit berasal dari umat kemudian (yakni umat Nabi Muhammad saw.). Mereka duduk-duduk di atas dipan (kencana) yang terakit kukuh berlapiskan emas dan berlian, serta bertelekan (bersantai) di atasnya, penuh kasih sayang —bersahabat antara satu dengan lainnya, sembari mereka berhadap-hadapan.

Orang-orang yang beriman harus mengetahui bahwa gambaran tentang akhirat dan surga —seperti penjelasan Al-Wâqi’ah ayat 15 dan seterusnya itu, tidak bisa terukur oleh akal. Gerak akal manusia sangat terbatas, terhalang oleh apa didengarkan saja di dunia ini. Karena itulah kita diperintah supaya beriman kepada Nabi Muhammad saw., yang membawa kabar tentang gambaran dan kondisi hari kiamat kelak. Nabi saw. diberi oleh Allah swt. alat penemu sebelum akal, yakni nubuwah (kenabian).

Tambahan - Dua pertiga ahli surga itu berasal dari umat Nabi Muhammad saw. Artinya, dua di antara tiga penghuni surga adalah umat Nabi Muhammad Saw., sementara yang satu lainnya dari umat terdahulu. Pernyataan tersebut sama sekali tidak pertentangan dengan kalimat ثُلَّةٌ مِّنَ الْأَوَّلِينَ, karena yang dimaksud “sebagian besar dari umat terdahulu” adalah orang-orang yang pernah berkumpul bersama para Nabi terdahulu serta beriman kepadanya. Dan, umat yang pernah bergaul dengan para Nabi terdahulu memang lebih banyak bila dibanding umat kemudian yang bertemu dengan Nabi Muhammad saw. Wallâhu a'lam. [badriologi.com]

AL-BADRÎY ‘Alâ Naqli Tarjamati Ma’ani Âyât Ar-Rabbanîy
(Selasa Legi pagi, 06:34 WIB, 5 Rajab 1440 H/12 Maret 2019)  

Klik untuk komentar
 
close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah