Mengapa Pengumuman KPU Diumumkan Malam Dini Hari
Cari Judul Esai

Advertisement

Mengapa Pengumuman KPU Diumumkan Malam Dini Hari

M Abdullah Badri
Rabu, 22 Mei 2019

Kerusuhan pasca pengumuman Pilpres 2019 oleh KPU
Oleh M Abdullah Badri

MELIHAT situasi jelang pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh KPU, memang wajar pengumuman dilakukan dini hari. Bukan hanya karena alasan perhitungan sudah selesai, lebih dari itu, komisioner KPU memang memiliki keputusan strategis mengapa pengumuman diambil pada malam dini hari, yakni agar tidak ada sambutan riuh rendah pro kontra hasil Pemilu 2019.

Hal itu mengingatkan saya pada 2005 saat kepala Madrasah TBS Kudus mengambil keputusan menunda pengumuman kelulusan siswa kelas III Madrasah Aliyah (MA) hingga 3 hari berikutnya, dan diumumkan malam dini hari bareng dengan acara tirakatan (pembekalan) yang biasa digelar usai ujian nasional.

KH. Musthofa Imron, kepala sekolah MA TBS waktu itu (hingga tulisan ini dibuat), sengaja membuat keputusan itu dengan tujuan:

  1. Agar tidak ada perayaan mubadzir dengan nyorat-nyoret seragam siswa, 
  2. Agar tidak ada pawai massal bersama siswa sekolah/madrasah lainnya di jalan raya, yang jelas mengganggu ketertiban umum,

Alasannya mudah, bila mereka nekad merayakan kelulusan dengan dua acara tidak berguna dan percuma tersebut, dia akan malu, dan oleh masyarakat luas, mereka akan dianggap sebagai, yang:

  • Telat merayakan kelulusan, ndeso kalau masih nekad corat-coret seragam. 

Jadi, pengumuman hasil Pemilu 2019 yang dilaksanakan dini hari jelas untuk mencegah:

  1. Agar tidak ada protes berlebihan yang mengakibatkan aksi anarkhis
  2. Agar yang tidak setuju bisa melakukan pembelaan dengan jalur hukum yang konstitusional, bukan people power

Sayangnya, strategi KPU ini belum mampu mencegah aksi massa yang pada 21 Mei 2019 ternyata menimbulkan kerusuhan di Tanah Abang dan Jl. KS Tubun Petamburan Jakarta. Ada pihak ketiga yang menurut korlap aksi pada 22 Mei 2019 mendompleng aksi unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu, Jakarta.

Bukan tidak mungkin, andai KPU mengumumkannya pada siang hari, korban meninggal dan luka-luka akibat kerusuhan di Jakarta melebihi data yang diungkap Prabowo Subianto (6 meninggal dan 200an luka-luka).

Pertinyiinnyi, siapa yang memantik kerusuhan itu terjadi? [badriologi.com]