Kiai Said Rawuh ke Damaran, Kata Gus Baha': Benar-benar Keramat!
Cari Judul Esai

Advertisement

Loading...

Kiai Said Rawuh ke Damaran, Kata Gus Baha': Benar-benar Keramat!

M Abdullah Badri
Kamis, 11 Juli 2019
Loading...

naskah kuno pengasuh pesantren damaran kudus
Gus Baha' saat menunggu kerawuhan Kiai Said di Pondok Pesantren Mazro'atul Ulum (PPMU) Damaran 78 Kudus. Memeriksa peninggalan naskah tua para kiai pengasuh Damaran. Ditemani oleh Ustadz Ali Imron (paling kiri), Gus Fata (berbaju batik) dan Ustadz Khorul Mubarok (paling kanan), Ahad malam (7 Juli 2019).

Oleh M Abdullah Badri

SEHARI sebelum rencana kedatatangan KH. Said Aqiel Siradj ke Pondok Pesantren Mazro'atul Ulum (PPMU) Damaran 78 Kudus, Ahad malam (7 Juli 2019), Ustadz Ali Imron al-hafidz, pengurus harian pesantren, mengatakan kepada penulis begini,

"Satu tahun yang lalu, silsilah Damaran dari KH. Minan Zuhri aku pasang di tempok kantor pondok. Berharap Kiai Said datang ke Damaran suatu saat. Ternyata, tanpa dinyana dan direncanakan lama, besok mungkin saatnya doaku terkabul".

Baca: Kiai Said: Kita Syukuri, Saya dan Gus Baha' Keturunan Mbah Asnawi dan Mbah Mutamakkin

Ustadz Ali Imron baru mengetahui kalau antara Kiai Said dan Gus Baha', pengasuh Damaran Kudus sekarang, masih ada hubungan famili (cucu dan kakek). Dan keduanya, insyaAllah bakal bertemu dalam satu majelis di Damaran dengan cara indah Allah Swt. Ustadz Ali pun setiap saat selalu kirim Al-Fatihah untuk Kiai Said.

Benar saja, Ahad malam 7 Juli 2019, Kiai Said datang ke Damaran dalam acara Napaktilas ke Pesantren Leluhur: Damaran 78 Kudus. Gus Baha' yang menunggu sejak sore hari Ahad itu sempat was-was andai saja beliau tidak jadi mampir ke Damaran.

Oleh asisten Kiai Said, Kang Sofwan, penulis dikirim jadwal Kiai Said ke Damaran pada pukul 17.00-19.00. Tapi, karena ada tambahan agenda ziarah ke Makam KH. Mutamakkin Kajen dan sowan ke ndalem guru putra pertama beliau di Kajen, yakni KH. Muadz, jadwal seharusnya akhirnya mundur hingga baru berangkat dari Pati ke Kudus hampir Isya'. Kiai Said sempat menjama' shalat Maghrib dan Isya' di ndalem Kiai Muadz, Kajen.

Terang saja banyak yang was-was ketidakhadiran Kiai Said ke Damaran karena para dzurriyah Mbah Asnawi sepuh sudah banyak yang siap menyambut, berkumpul di dalam halaman pondok. Selaku pengasuh, Gus Baha' siap menunggu walau hanya 20an menit saja Kiai Said di Damaran.

Ustazd Hamdani yang ketika itu mengawal Kiai Said bersama penulis dari Pati sempat pesimistis meski Kiai Said sudah on the way menuju Kudus.

Baca: Cerita Gus Baha' Debat dengan Mbah Turaichan Adjhuri Kudus

"Aku ijeh durung mantep Yi Said ke Damaran nek durung mandeg Manggala (tempat terdekat parkir mobil menuju lokasi)," katanya, yang membuat penulis makin mrengut di sampingnya. Dia bilang begitu saat perjalanan Kiai Said sudah melewati Simpang Tujuh Kudus, yang sedianya akan direhat-sejenakkan di rumah H. Hilmi (Jenang Kudus). 

Sementara itu, di tengah ngobrol bersama para pengurus pondok, santri, alumni dan juga dzurriyah Mbah Asnawi sepuh, Gus Baha' berujar, "Kalau Kiai Said benar-benar jadi datang ke Pondok Damaran, ini benar-benar keramat. Keramat," tegasnya.

Keramat Kiai Said dibuktikan oleh Gus Baha' juga akhirnya. Dan sempat ziarah juga ke Makam Mbah Asnawi sepuh, Mbah Sholeh, Mbah Fauzan dan juga, Mbah Asnawi Bendan, pendiri NU.

Sayangnya, keinginan Gus Baha' untuk bertemu empat mata dengan Kiai Said belum berhasil terlaksana karena waktu yang sangat mepet. Bila tidak telat rawuh ke Damaran, barangkali Gus Baha' bisa "adu sakti" intelektual dengan Kiai Said.

Terimakasih Kiai, Kang Sofwan, Gus Cokro dan Mas Dwi Syaifullah, yang nekad masuk ke mobil rombongan Kiai Said langsung sejak dari Kajen. Jazakumullah khairol jaza'. Mabruk. Gus Baha' senang Kiai Said rawuh. [badriologi.com]

Loading...