Tuyul Lokal Harus Belajar Mencuri Data Akun Facebook -->
Cari Judul Esai

Advertisement

Tuyul Lokal Harus Belajar Mencuri Data Akun Facebook

M Abdullah Badri
Senin, 17 Februari 2020
Jual Kitab Kuning Pethuk

Dolar dari download buku
cara mengganti nomor utama di akun facebook
Dokumen perebutan akun Facebook yang diretas, saat masih bisa login. Foto: badriologi.com.

Oleh M Abdullah Badri

SEBELUMNYA, sudah saya jelaskan kronologi sebab akun Facebook saya dibobol pada 14 Februari 2020. Baca: Akun Facebook dan Website Dihack, Lalu Dijual 420 Juta (30.000 $) di Flippa.com.

Saya lanjut ceritanya yah. Biar melek. Berkali-kali saya masuk ke akun lama tidak bisa karena memang sudah diambil penuh. Email utama diganti. Nomor phone utama diganti. Jadi, mau masuk pakai cara-cara nyantet pun tidak akan mampu.

Dengan santet maya, satu klik saja Anda keliru, bisa ratusan juta melayang. Tuyul lokal sudah tidak laku di kalangan "Kethek Putih" internasional. Bayangkan, hanya dengan menggondol satu akun, pelaku bisa borong hampir 0.5 miliar. Kok bisa? Yang bisa, karena:

  1. Akun saya terhubung dengan domain web (3 situs besar - dan puluhan domain lainnya),
  2. Akun saya juga terhubung Kartu Kredit untuk bayar iklan Facebook (Ads Manager Facebook) atau Google Ads,
  3. Akun saya pun terhubung dengan penyedia jasa iklan online (Adsense dan MGID), yang tentu ada isinya, mengingat sudah 5 bulan terakhir ini hasil ads-nya tidak saya ambil. 

"Kethek Putih" langsung dapat banyak karena menjual website-website saya yang sudah dia kuasai, lengkap dengan perangkat tempur medsosnya (page Facebooknya). Ini rinciannya:

  1. Harga website dibandrol 30.000$ (sudah sold) - Dibeli oleh orang  US. Jualnya di Flippa (situs khusus lapak jual beli domain),
  2. Dia nyolong dolar dari akun MGID, nilainya 800$
  3. Ads Manager saya di Facebook dia pakai buat iklan. Habis 1.000$ lebih. 

Total saja. Jika dikalikan Rp. 14.000, maka si tuyul maya untung Rp. 451 juta lebih. Yang meretas barang, asalnya berbahasa dan beraksara Rusia. Ia kemudian menjual di toko milik dari Amerika yang beraksara English, dibeli orang dari Cina (ini kemungkinan) yang berbahasa asli Mandarin, tapi korbannya orang Indonesia, saya, yang beraksara Pegon, Latin dan berbahasa Jawa. Hahaha.

Mana bisa tuyul lokal mampu melakukan giat pencurian lintas negara, suku, ras, agama dan bahasa. Satu lingkungan saja paling dia hanya bisa bertahan 40 hari. Itupun kalau tidak ketahuan. Jika bocor, tuyul lokal harus kreatif mencari lokasi anyar.

Mengatasi begini (bukan menjelaskan begitu), saya mencari ta'bir (referensi) di kitab kuning sungguh sulit minta ampun. Ada yang bisa membantu?

Alhamdulillah, berhasil kembali semua apa yang dicuri oleh tuyul dunia maya itu. Baca ulasannya dalam postingan berjudul: [badriologi.com]

Flashdisk Ribuan Kitab PDF

close
Kitab Makna Pesantren