Isyarah Hasil Muktamar NU dalam Ayat dari Istikharah -->
Cari Judul Esai

Advertisement

Isyarah Hasil Muktamar NU dalam Ayat dari Istikharah

M. Abdullah Badri
Selasa, 01 September 2026
Flashdisk Ebook Islami

Kitab Makna Pesantren
ayat hasil istikharah dari muktamar nu ke-35 di Jombang
Isyarah dari istikharah ayat Al-Qur'an pacsa Muktamar NU ke-35 di Tambak Beras, Jombang.

Oleh M. Abdullah Badri


GELISAH dengan hasil Muktamar NU ke-35 di Tambak Beras, Jombang, seorang kawan sengaja melakukan istikharah dengan shalat dan lalu membuka Al-Qur'an. Ditemukanlah tiga ayat berikut ini:


فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلٰى مَوْتِهٖٓ اِلَّا دَاۤبَّةُ الْاَرْضِ تَأْكُلُ مِنْسَاَتَهٗۚ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ اَنْ لَّوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوْا فِى الْعَذَابِ الْمُهِيْنِۗ


Terjemah:

"Maka, ketika telah Kami tetapkan kematian (Sulaiman), tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu, kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Ketika dia telah tersungkur, jin menyadari bahwa sekiranya mengetahui yang gaib, tentu mereka tidak berada dalam siksa yang menghinakan". (QS. Saba': 14).


وَكُلًّا ضَرَبْنَا لَهُ الْأَمْثَالَ وَكُلًّا تَبَّرْنَا تَتْبِيرًا


Terjemah:

"Masing-masing telah Kami berikan kepadanya perumpamaan-perumpamaan (nasib umat terdahulu) dan masing-masing telah Kami hancurkan sehancur-hancurnya". (QS. Al-Furqon: 39). 


وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ


Terjemah:

"Dan orang-orang yang berpaling dari perkataan dan perbuatan yang tidak berguna". (QS. Al-Mukminun: 3)


Temuan tiga ayat itu, bagi saya, adalah alarm. Ayat pertama berkaitkan dengan kematian Nabi Sulaiman as dimana tidak ada yang menduga dan menyangka, kecuali setelah tongkat yang dijadikan sandaran (مِنْسَاَتَهٗۚ) beliau, tiba-tiba jatuh sebab termakan rayap. Hewan kecil yang sering dianggap remeh itu (دَاۤبَّةُ الْاَرْضِ) jadi pengumuman awal wafatnya Nabi Sulaiman as. Rayap lah, makhluk kecil lah, yang menjadi penanda kerapuhan kekuasaannya. 


Barangkali, Surat Saba' ayat 14 adalah penanda ada sebuah kepemimpinan yang terlihat kuat tapi mengandung kerapuhan dari dalam, dan yang merasakan itu ialah rayap, rakyat kecil, nahdliyin. Strukturnya sih kokoh, jabatan masih ada, agenda akan tetap berjalan, tapi, kepercayaan kepada pemimpinnya, soliditasnya, legitimasinya, semakin rapuh. 


Dan ayat kedua adalah lanjutan tafsir ayat selanjutnya (Al-Furqon: 39), bahwa ada banyak kisah kehancuran dari umat terdahulu (وَكُلًّا ضَرَبْنَا لَهُ الْاَمْثَالَ). Mereka semua adalah contoh kehancuran (وَكُلًّا تَبَّرْنَا تَتْبِيرًا). Semoga saja ini tidak mengarah kepada NU yang baru mendapatkan pimpinan terpilih. Saya sedih bila yang terkena isyarat تَبَّرْنَا تَتْبِيرًا adalah jamiyah yang didirikan oleh Syaikh Hasyim Asy'ari. 


Ayat ketiga (Al-Mukminun: 3), adalah cara kita lolos dari kerusakan dan potensi kerapuhan. Yakni, berpaling dari perbuatan yang tak beguna (مُعْرِضُونَ). Bisa jadi, maksudnya, kita tidak perlu berkomentar, atau, bisa jadi, kita tidak perlu ikut campur agar selamat dari isyarah. Wallahu a'lam. 


Trus, aku kudu piye, din? [badriologi.com]

Flashdisk Ribuan Kitab PDF

close
Iklan Flashdisk Gus Baha