Syaikh Al-Maturidi Gagal Memenuhi Perintah Guru (Ngaji Ushfuriyah Bagian 6)

lebih mulia mana derajat guru dan orang tua
Ilustrasi Syaikh Abi Manshur Al-Maturidi. Foto: istimewa
Oleh M Abdullah Badri

SYAIKH Abi Manshur al-Maturidi, salah satu ulama tauhid ahlussunnah wal jamaah pernah mendapatkan perintah dari gurunya, yang saat itu sedang sakit. Usianya 80 tahun.

Perintah yang diterima Syaikh Abi Manshur adalah agar mencarikan budak (hamba sahaya) yang usianya sama dengan sang guru, 80 tahun juga. Katanya, budak itu hendak dibeli oleh guru dan dibebaskan statusnya dari hamba sahaya.

Kontan saja, Syaikh Abi Manshur Al-Maturidi tidak berhasil memenuhi permintaan gurunya tersebut. Orang-orang yang ditemui menyatakan, tidak mungkin ada seorang hamba sahaya berusia 80 tahun yang belum dibebaskan oleh tuan-nya.

"Maaf guru, saya tidak berhasil menemukan," kata Syaikh Abi Manshur.

Derajat Guru

Saat mendengar kegagalan itu, guru Syaikh Abi Manshur Al-Maturidi langsung sujud di atas tanah, dan berkata,

"Ya Tuhanku, lihatlah, tidak ada seorang (tuan) makhluk-Mu yang kuat menyangga kemuliaan seorang budak (sebagai manusia mulia juga). Ketika hamba sahaya berusia 80 tahun, ia dibebaskan tuan-nya. Kini, aku juga berusia 80 tahun ya Allah, tidakkah Engkau merdekakan aku dari neraka. Engkau Maha Mulia, Dermawan, Agung, Pengampun, Maha Syukur," demikian munajatnya kepada Allah, Pencipta segala-Nya.

Dan, berkah munajatnya yang tulus di akhir hayat, Allah mengampuni segala dosa dari guru Syaikh Abi Manhsur Al-Maturidi. Husnul khâtimah saat wafat.

Allah maha pemurah kepada para masyâyikh, orang-orang sepuh yang ubannya memutih. Baca kisah sebelumnya tentang tema yang sama: Sayyidina Ali Dicegat Kakek Nasrani Saat Jamaah Subuh (Ngaji Ushfuriyah Bagian 5).

Ngaji berlanjut edisi "Sayyidina Ali yang Diprotes Orang-Orang Khawarij (Ngaji Ushfuriyah Bagian 7)". Dan berlanjut hadits kelima Kitab Ushfuriyah. InsyaAllah. [badriologi.com]

Keterangan:
Esai ini adalah dokumentasi Ngaji Malam Kemisan (Legi), 3 Muharram 1440 H/12 September 2018.

Klik untuk komentar