10 Adab Masuk Masjid dan Doanya, Sesuai Sunnah Rasulullah
Cari Judul Esai

Advertisement

10 Adab Masuk Masjid dan Doanya, Sesuai Sunnah Rasulullah

M Abdullah Badri
Kamis, 23 Mei 2019

adab keluar masjid dalam kitab bidayatul hidayah
Adab masuk ke dalam masjid.
Oleh M Abdullah Badri

BUKAN hanya masuk Masjid Masjidil Haram saja yang perlu Anda ketahui adabnya. Masuk ke masjid dimanapun, Rasulullah Saw. juga sudah menetapkan 10 adab yang perlu dipelajari dan diamalkan. 10 Adab masuk dan keluar masjid tersebut adalah.

1. Tidak membawa masuk sandal, sepatu atau lainnya, ke dalam masjid, dan selalu mendahulukan kaki kanan. Selain itu, masjid harus dijauhkan dari sandal dan sepatu Anda yang terkena najis agar masjid tetap suci dari kotoran.

Cara teknis adab masuk masjidnya begini:
Ketika ke masjid, saat sampai di pintunya, masukkanlah kaki kanan ke dalam garis masuk masjid, sementara kaki kiri masih ada di luar garis. Begitu sudah sampai ke halaman masjid (teras yang biasa ada keramiknya sekarang), letakkan kaki kiri di bawah, naikkan kaki kanan ke teras, setelah itu, kaki kiri dilepas baru naik ke atas halaman atau teras masjid yang suci dan bersih itu.

Ini tidak hanya berlaku saat masuk ke masjid saja, tapi tempat-tempat syarif (mulia) lainnya, semacam mushalla, majelis ta'lim, pesantren, makam auliya' dll.

Baca: Masjid Mantingan Dibangun Retna Kencana, Dibantu Kiai Telingsing

2. Saat masuk ke masjid, kita disarakan untuk membaca doa masuk masjid, yakni:

أعوذ بالله العظيم وبوجهه الكريم وسلطانه القديم من الشيطان الرجيم الحمد لله اللهم صل على محمد و على أل محمد وصحبه (بسم الله و سلام على رسول الله وعلى ملائكة الله اللهم افتح لنا أبواب رحمتك إنك أنت الوهـــاب

Baca:
"Allahumma billahil aliyyil adhimi wa biwajhihil karimi washulthoonihil qodimi minas-syaithonirrojiim. Alhamdu lillahi Allahumma sholli ala Muhammadin wa ala ali Muhammadin wa shohbihi bismillahi wa salaamun ala Rasulillah wa ala Malaa'ikatiAllah. Allahummaftah lana abwaaba rahmatik. Innaka antal wahhaab".

atau mengucapkan doa masuk masjid yang ini,

اللهم اغفر لي ذنوبي وافتح لي أبواب رحمتك  

Baca:
"Allhummaghfirli dzunuubi waftah lii abwaaba rahmatika".

Kemudian baru mengucapkan: بسم الله

3. Mengucapkan salam kepada orang-orang yang sedang ada di dalam masjid. Bila tidak ada orang di dalamnya, sepi misalnya, kita tetap diminta Rasulullah untuk mengucapkan salam seperti ini:

ألسلام علينا و على عبــاد الله الصـــالحين

Baca:
"Assalamu 'alaina wa 'alaa ibaadillAhis sholihiin".

4. Mengucapkan dua kalimat syahadat, seperti ini:

أشهد ان لا إله إلا الله و أن محمدا رسول الله

Baca:
"Asyhadu allaa ilaaha illaAllahu wa anna Muhammadar Rasuulullahi".

5. Tidak boleh lewat di depan orang yang sedang shalat.

Bahkan haram hukumnya kita lewat di depan orang yang sedang shalat, yang menurut keyakinan mushalli (yang sedang shalat) dia sah mendirikan shalat, walaupun dia sedang shalat sunnah (nawafil) dan tidak menemukan celah jalan lain di luar tempat dia sedang shalat.

Hukum haram ini bisa menjadi boleh (jaiz) bila terpaksa harus lewat di depan orang yang sedang shalat karena kita dalam kondisi yang mendesak, misalnya, hendak menolong orang lain di seberang sana yang akan tenggelam. Demikian menurut pendapat ulama yang kuat (mu'tamad).

Baca: Cara Hadapi Orang LDII yang Usai Shalat, Lantai Masjid Dicuci

Adab Masuk dan Keluar Masjid 

Ada sebagian ulama yang menghukumi bolehnya kita lewat di depan mushalli, seperti kondisi darurat di atas, dengan syarat: tidak ada jalan lain kecuali jalan dia harus melewati mushalli. Bila masih ada jalan lain, maka hukumnya tetap haram. Namun, ini adalah pendapat yang lemah (dha'if).

Bila kita lewat di depan orang yang shalat, dimana dia sedang bergeser menyesuaikan tempat shalat agar dia tidak berdesak-desakan -mencari tempat yang lebih longgar untuk shalat lebih tenang-, misalnya saat di Makkah musim haji (lalu-lalang orang Thawaf), maka hukumnya boleh, meskipun ada banyak barisan shalat orang lain yang kita bisa lewati selain mushalli yang sedang geser tempat itu.

6. Tidak melakukan kegiatan duniawi di dalam masjid, misalnya untuk jual beli (berdagang).
Bila kita melihat orang yang menggunakan masjid sebagai lapak menggelar dagangan, maka, kita disunnahkan untuk mengingatkannya, dengan misalnya, mengucapkan kalimat (dalam bahasa Arabnya) begini:

لا أربح الله تجارتك

Baca:
"Laa arbahaAllahu tijarotak".

Artinya:
"Semoga Allah tidak memberikan keuntungan dari daganganmu"

7. Tidak sibuk ngobrol urusan dunia di dalam masjid.

Misalnya, menyanyikan lagu-lagu tidak bermanfaat di dalam masjid. Maksudnya lagu-lagu atau nasyid-nasyid yang tidak baik diungkapkan karena berisi pujian-pujian kepada manusia. Bila kita mendengarkan orang melakukan hal itu, sunnah bagi kita untuk mengingatkan kepadanya, dengan kalimat anjuran seperti:

لا ردها الله عليك

Artinya:
"Jangan! Allah menolak apa yang kau lakukan".

8. Tidak keluar masjid (setelah duduk di dalamnya), kecuali sudah melakukan shalat sunnah dua rakaat.

Ini adalah adab masuk masjid selain Masjidil Haram. Kalau kita masuk ke Masjidil Haram, yang diutamakan justru melakukan thawaf terlebih dahulu, dan dalam thawaf tersebut kita sekalian berniat melakukan shalat sunnah dua rakaat (tahiyyatal masjid) secara bersama-sama.

9. Ambil wudlu ketika akan masuk ke dalam masjid.
Disunnahkan bagi mereka yang masuk ke dalam masjid dan belum melaksanakan shalat sunnah tahiyyatal masjid agar tetap dalam kondisi wudlu. Bila tidak berwudlu, sunnah mengucapkan kalimat ini hingga empat (4) kali bagi yang tidak berwudlu dan tidak shalat tahiyyatal masjid:

سبحـــان الله والجمد لله ولاإله إلا الله والله أكبر

Baca:
"SubhaanaAllah wal hamdu lillahi wa laa ilaaha illAllah waAllahu akbar".

Catatan:
Sunnahnya mengucapkan ini adalah ketika kita di dalam masjid kesulitan mencari air untuk berwudlu, misalnya air masjid sedang kosong. Sementara waktu kita berdiam di masjid (i'tikaf) masih lumayan lama. Bila air wudlu ada di masjid dan mudah kita ambil, namun tidak segera mengambil wudlu dan kita hanya cukup mengucapkan سبحـــان الله والجمد لله ولاإله إلا الله والله أكبر  empat (4) kali, maka kita tidak mendapatkan kesunnahan berdzikir.

Baca: 7 Golongan yang Mendapat Perlindungan Allah di Hari Kiamat

10. Ketika berdiri untuk keluar dari masjid, kita diperintah Rasulullah Saw. untuk mengucapkan doa ikhtitam majelis seperti berikut ini:

سبحـــانك اللهم وبحمدك أشهد أن لاإله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليه

Baca:
"SubhaanakaAllahumma wa bihamdika asyhadu alLaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaihi".

من جلس فى مجلس وكثر فيه لغطه فقال قبل أن يقوم من مجلسه ذلك: سبحـــانك اللهم وبحمدك أشهد أن لاإله إلا أنت أستغفرك و أتوب إليه إلا غفر الله له ما كان في مجلسه ذلك

Artinya:
"Barang siapa yang duduk dalam sebuah majelis yang di sana banyak terucap hal-hal tak berguna, dan dia mengucapkan doa ini sebelum dia beranjak pergi dari majelisnya itu:  سبحـــانك اللهم وبحمدك أشهد أن لاإله إلا أنت أستغفرك و أتوب إليه, maka Alllah telah mengampuninya selagi dia masih dalam majelis tersebut". (HR. Turmudzi).


Dari riwayat Ali, Nabi Muhammad Saw. juga bersabda, 

من أحب أن يكتـــال بالمكيـــال الأوفى فليقل أخر مجلسه أوحين يقوم: سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ. وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Artinya:
"Barang siapa yang ingin ditakar dengan timbangan (amal) yang sempurna, maka ucapkanlah di akhir majelisnya (Surat As-Shoffat: 180-182): سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ. وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ"

Demikian 10 adab masuk masjid, seperti ditulis dalam Kitab Nasha'ihul Ibad (Bab Usyari), disyarah oleh Syeikh Nawawi al-Bantani dan saya terjemahkan setelah ngaji posonan tiap sore bersama warga desa, Rabu (22 Mei 2019/17 Ramadhan 1440 H). [badriologi.com]

close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah