Jangan Takut Neraka Karena Kita Pantas Masuk Surga. Ini Alasannya
Cari Judul Esai

Advertisement

Jangan Takut Neraka Karena Kita Pantas Masuk Surga. Ini Alasannya

M Abdullah Badri
Selasa, 04 Juni 2019

beribadah karena takut neraka dan ingin masuk surga
Takut neraka kadang membuat kita sulit tidur karena memikirkan adzabnya. Nah, dalam esai ini, saya tunjukkan bagaimana agar kita tidak takut neraka dan sangat pantas masuk surga dengan syarat yang harus Anda penuhi.

Oleh M Abdullah Badri

KEBANYAKAN dari kita umat Islam menyifati neraka dengan kejamnya. Sehingga, mendengar neraka seperti sedang mendengar ancaman yang maha dahsyat dan menakutkan. Padahal, masuk ke neraka itu lebih sulit daripada menjadi penghuni surga, asal kita tahu bagaimana cara memandang neraka dengan baik.

1. Neraka tidak memiliki kunci
Ya, neraka itu adalah tempat orang-orang yang tidak memiliki kunci surga. Hanya mereka yang tidak memiliki kunci surga yang berhak masuk ke neraka. Kunci surga itu adalah La Ilaha IllaAllah. Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ كاَنَ أَخِر كَلامِهِ لاإِلَهَ إلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنّةَ

Artinya:
"Barangsiapa yang akhir ucapannya adalah Laa Ilaaha IllaAllah (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah), maka ia akan masuk surga". (HR. Abu dawud).

Baca: Ahli Surga dan Neraka Masing-masing Mendapatkan 10 Cincin

Kalimat itulah yang menjadi kunci surga (مفتاح الجنة). Lebih mudah masuk ke surga kan, yang ada kuncinya, dan kita umat Islam sangat menghafal kunci surga itu karena setiap hari melafalkannya.

Neraka itu tidak ada pintunya, jadi bagaimana kita bisa masuk ke sana. Bukannya begitu?

2. Surga adalah alamat manusia
Surga adalah tempat pertama kalinya simbah Nabi Adam as. diturunkan ke bumi. Artinya, alamat asal manusia sebetulnya bukan neraka, tapi memang surga. Kembali kepada Allah Swt. artinya kita kembali kepada alamat asal.

Lebih mudah mana kembali ke alamat lama daripada harus mencari alamat baru bernama neraka? Maukah mencari hunian baru sementara kita sudah memiliki rumah asal yang lebih indah bernama surga?

3. Neraka itu makhluk, sama dengan manusia
Jika kita meyakini bahwa neraka sama derajatnya dengan kita manusia, sama-sama makluk Allah Swt. maka kita tidak perlu takut kepadanya. Sepanas apapun api neraka, yang disebut-sebut panasnya 700 ribu kalilipat api dunia, neraka tetap saja sebagai makluk.

Dia juga tidak memiliki kekuasaan untuk membunuh manusia. Hanya Allah Swt. yang memiliki kehendak penuh mencabut nyawa manusia. Karena itulah, di neraka, meski digoreng dengan api yang penuh, manusia tidak akan pernah bisa mati (لا يموت ولا يحيى).

Artinya, neraka itu tidak lebih canggih daripada Allah Swt. Mematikan satu orang makluk Allah Swt saja dia tidak bisa bukan? Makanya jangan takut neraka. Neraka itu sama dengan kita, makluknya Allah Swt.

Baca: Sayyidina Ali Dicegat Kakek Nasrani Saat Jamaah Subuh (Ngaji Ushfuriyah Bagian 5)

4. Neraka tidak berani membakar kalimat tauhid
Karena dia hanya ditugaskan untuk membakar orang-orang kafir dan tidak percaya Allah Swt. dan Rasul-Nya, neraka tidak akan berani membakar makluk Allah Swt. yang sama-sama menyimpan kunci surga La Ilaha Illa Allah.

Dan dia tidak akan menelan orang-orang yang memiliki bekas sujud,

عن النبي ﷺ أن الله حرم على النار أن تأكل أثر السجود من ابن آدم

Artinya:
"Dari Nabi shallallhu alaihi wa sallam, sesungguhnya Allah mengharamkan neraka untuk memakan atsaris sujud dari Bani Adam".

Hanya saja neraka itu bakal membakar mereka-mereka yang bertauhid, tapi tauhidnya pecah-pecah, alias rusak. Tauhid orang Islam yang rusak inilah yang bekal bisa dimakan api di dalam nerakanya Allah Swt.

Sayangnya, kalimat thoyyibah itu kini banyak yang dituduh bid'ah bila diamalkan dalam acara tahlilan. Dan ironisnya lagi, hanya dijadikan sebagai simbol bendera. Semurah itulah mereka memperlakukan kunci surga? Wallahu a'lam. [badriologi.com]