45 Tahun Mbah Maimoen Zubair Konsumsi Obat Tapi Tetap Normal
Cari Judul Esai

Advertisement

45 Tahun Mbah Maimoen Zubair Konsumsi Obat Tapi Tetap Normal

M Abdullah Badri
Rabu, 14 Agustus 2019

kesaktian kh maimoen zubair
Foto KH. Maimoen Zubair saat menghadiri sebuah acara di Jepara beberapa tahun silam.

Oleh M Abdullah Badri

SUDAH lama KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen) mengonsumsi obat-obatan dari dokter sejak menderita penyakit diabetes sejak usia 45 tahun. Keterangan ini juga pernah penulis dengarkan langsung dari beliau saat ceramah di alun-alun Jepara beberapa tahun silam. Waktu itu, beliau berkata, sudah mengalami diabetes sejak umur 40 tahun lebih.

Ternyata, untuk penyakit gula tersebut, Mbah Moen mengonsumsi obat dari dokter setiap hari tiga kali. Dan sekali makan, kata Gus Rosyih, cucu Mbah Imam Sarang, puluhan pil dihabiskan. Saking banyaknya, obat itu tidak cukup bila hanya diraup oleh sepasang tangan anak kecil.

Ukuran normal, penderita penyakit apapun akan mengalami gangguan organ dalam bila obat-obatan dokter dikonsumsi terus-menerus dalam dosis yang sangat banyak setiap hari. Paling lama mungkin hanya tiga tahun, dan ginjal akan terganggu. Mbah Moen tidak begitu.

Baca: Rahasia Gus Baha' Tidak Mau Salaman dengan Seluruh Santri Damaran Kudus

Puluhan tahun mengonsumsi, ingatan dan pikiran Mbah Moen juga tidak mengalami gangguan berarti. Tidak ada gangguan snsor retorik yang dialami Mbah Maimoen. Di usia lanjut, beliau masih sibuk beraktivitas seperti zaman masih muda dulu, meski menggunakan bantuan kursi roda.

Kata Gus Rosyih (12/08/2019), para dokter yang merawat juga kagum dengan kekuatan fisik Mbah Maimoen Zubair. Ginjal beliau berfungsi baik hingga akhir hayat. Ingatan beliau pun tidak terganggu berlebihan hingga mengakibatkan, misalnya, gangguan pikun karena usia lanjut.

Ini mengingatkan kisah Gus Dur yang selama hidupnya pernah mengalami stroke selama 8 kali, dan hanya diobati dengan air doa. Ukuran normal, tiga kali stroke sudah tidak ada yang kuat. Tapi Gus Dur tidak demikian.

Tanpa karamah, baik fisik Mbah Moen maupun Gus Dur tidak akan kuat bertahan lama. Ciri waliyullah, menurut guru penulis, ia tidak akan pikun di akhir hayatnya. Sebagaimana pula seorang penghapal Al-Qur'an (hafidz), yang tidak akan pikun bila ayat-ayat Al-Qur'an tetap diingat selamanya. [badriologi.com]