8 Cara Meningkatkan Wibawa dalam Islam - Menurut Umar bin Khattab
Cari Judul Esai

Advertisement

8 Cara Meningkatkan Wibawa dalam Islam - Menurut Umar bin Khattab

M Abdullah Badri
Rabu, 29 Mei 2019

cara meningkatkan wibawa dan kharisma
Cara meningkatkan wibawa dalam Islam salah satunya adalah dengan meninggalkan aktivitas terlalu banyak tertawa tanpa alasan meningkatkan keakraban dan kasih sayang antar sesama. Untuk meningkatkan wibawa, harus memiliki rasa malu yang tinggi melakukan hal-hal yang dianggap orang lain remeh-temeh. 
Oleh M Abdullah Badri

ADA 8 hal yang bila dilakukan oleh setiap orang Islam, maka dia meningkat harga dirinya dan kualitas ibadah serta kebersihan hatinya di mata Allah Swt. Hal itu dikatakan oleh Sayyidina Umar ra. dalam atsar-nya, berikut ini:

1. Barang siapa meninggalkan banyak omongan, maka, dia akan mendapatkan banyak hikmah. Rasulullah Saw. bersabda,

لا تدخل حلاوة الإيمان قلب امرئ حتى يترك بعض الحديث خوف الكذب وإن كان صادقا ويترك بعض المراء وإن كان محقاً

Artinya:
"Manisnya iman tidak akan masuk ke hati seseorang sampai dia meninggalkan sebagian omongan karena takut terjatuh berbohong walau sebetulnya dia benar, sampai dia meninggalkan laku pamer meskipun dia berhak (pamer)". (HR. Dailamy).

2. Siapa saja yang meninggalkan terlalu banyak memandang, dia diberi anugerah khusyu' dalam hati.

Salah satu ciri khusyu'nya seseorang adalah: ketika dia dimarahi, dikhinati atau tidak diterima, ia menerima dengan lapang dada.

3. Barang siapa yang mau meninggalkan banyak makan, dia akan diberi anugerah menikmati kelezatan ibadah. Rasulullah Saw. bersabda,

من صبر على القوت الشديد صبرا جميلا أسكنه الله من الفردوس حيث شـــاء

Artinya:
"Barang siapa yang sabar dengan sungguh-sungguh atas kemiskinan yang diderita, Allah akan menempatkannya (kelak) di surga Firdaus sesuka dia (tinggal pilih, pen)". (HR. Abus-Syaikh).

Baca: 7 Tahapan Mengapa Tertawa Berlebihan (Terbahak) Dilarang dalam Islam

Rasulullah Saw. juga bersabda,

أيما امرئ اشتهى شهوة فرد شهوته وأثر على نفسه غفر له

Artinya:
"Siapa saja orang yang ketika dia sedang berkeinginan keras (syahwat) lalu dia mencegahnya dan memantapkan (dalam hati tidak akan mendekat lagi), maka dia akan diberi ampunan (oleh Allah Swt.)". (HR. Daruquthni).

4. Siapa saja yang meninggalkan terlalu banyak tertawa, dia akan diberi anugerah sebuah kewibawaan. Rasulullah Saw. bersabda,

إن العبد ليقول الكلمة لا يقولها إلا ليضحك بها الناس يهوي أبعد مما بين السماء والأرض وإنه ليزل عن لسانه أشد مما يزل عن قدميه

Artinya:
"Sesungguhnya, seorang hamba (manusia, pen), yang ketika mengucapkan sebuah kalimat hanya bertujuan agar ditertawakan oleh orang lain, maka (ucapannya itu) akan naik melayang sejauh antara langit dan bumi dan (sehingga) dia akan terjatuh karena lisannya, lebih dahsyat dari ketika dia tersungkur oleh kedua kakinya". (HR. Khoro'ithy).

5. Barang siapa yang meninggalkan aktivitas bercanda, dia akan mendapatkan anugerah wajah yang berseri-seri (wibawa yang penuh kharisma). Rasulullah Saw. bersabda,

الصمت سيد الأخلاق من مزح استخف به

Artinya:
"Diam adalah pembimbing akhlak dari bercanda yang meremehkan". (HR. Dailamy).

Orang yang beriman dan berakal hanya akan bercanda dengan niatan dua hal baik. Pertama, untuk mempererat tali persahabatan dan sebagai tanda kasih sayang kepada orang lain (yang diajak bercanda), dan kedua, untuk mengusir kebosanan dan kegundahan.

6. Sesiapa saja yang mau meninggalkan hubbud-dunya, dia akan diberi anugerah suka akhirat (hubbul akhirat).

Dua-duanya, antara dunia dan akhirat itu saling mencari dan dicari. Maka, orang yang mencari akhirat, dia akan dicari oleh dunia hingga segala rezekinya tercukupi. Sebaliknya, orang yang sibuk mengejar dunia dia akan selalu dikejar oleh akhirat sampai nafas di kerongkongan terhembus (mati).

Baca: Kebiasaan Mbah Makshum Lasem Sowan ke Para Santri “Ngisor Gedang”

7. Barang siapa yang meninggalkan kesibukan menghitung aib orang lain, dia akan mendapatkan anugerah bisa memperbaiki aib-aib nya sendiri. Rasulullah Saw. bersabda,

ستة أشياء تخبط الأعمال الإشتغال بعيوب الخلق وقسوة القلب وحب الدنيا وقلة الحياء وطول الأمل وظلم لا ينتهى

Artinya:
"Ada enam perkara yang bisa menghapus pahala amal, yakni (1) sibuk mengurus aib orang lain, (2) hati yang keras, (3) mencintai dunia, (4) sedikit memiliki rasa malu, (5) terlalu banyak keinginan, (6) berbuat aniaya tanpa henti". (HR. Ad-Dailamy).

8. Dan barang siapa yang meninggalkan tajassus (menduga-duga) tentang kaifiyatullah (kebagaimanaan Allah Swt.), dia akan diberi anugerah terlepas dari kemunafikan akidah.

Demikian 8 cara meningkatkan kewibawaan dan kharisma, seperti ditulis dalam Kitab Nasha'ihul Ibad (Bab Tsumani), disyarah oleh Syeikh Nawawi al-Bantani dan saya terjemahkan setelah ngaji posonan tiap sore bersama warga desa, Senin Pon (13 Mei 2019/8 Ramadhan 1440 H). [badriologi.com]

close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah