Bau Harum Surga Saat Berdoa di Tengah Ziarah ke Makam Orangtua
Cari Judul Esai

Advertisement

Bau Harum Surga Saat Berdoa di Tengah Ziarah ke Makam Orangtua

M Abdullah Badri
Sabtu, 15 Juni 2019

bau surga manfaat ziarah ke kuburan
Saat ziarah ke makam orangtua, Jumat siang, 3 Syawwal 1440 H/7 Juni 2019. (Dokumen pribadi).

Oleh M Abdullah Badri

SUDAH menjadi tradisi, tiap tanggal 3 Syawwal keluarga kami keliling dari pagi hingga malam untuk silaturrahim Halal Bihalal kepada kerabat dekat di beberapa desa. Jumat siang itu, 7 Juni 2019, tiba-tiba saja niatan ziarah ke makam orangtua kami muncul, hal yang selama ini belum pernah dilakukan bersama saudara 12 bersaudara.

Bermotoran, 10 saudara, 2 mantu dan 3 cucu meluncur ke makam setelah setelah Jumatan, di tengah muter Halal Bihalal keluarga di Jokosari. Tahlilan secukupnya dilafalkan bersama. Tidak lebih dari 20 menitan giat ziarah bersama ke makam Bapak, orangtua kami selesai.

Baca: [Keramat] Ziarah ke Makam Pulau Panjang, Ini Doa Anti Radikal Jepara Aman

Usai ziarah, beberapa saudara kandung kami dan istri bercerita kalau mereka mencium bau harum wangi tidak seperti menyan dan minyak kasturi yang tercium di area makam.

"Mulanya angin santai masuk perlahan dari arah Barat dan melingkar membentuk cahaya putih hingga keluar bau harum," kata mereka.

"Bau harum baru hilang setelah keluar dari pertigaan makam," katanya lagi, yang lainnya.

Bau itu mulai tercium saat saya memimpin doa dengan kalimat yang biasa rutin saya ucapkan saat ziarah tiap Jumat usai Jumatan,

اللهم اغفر لأبينا و أمنا وارحمهما كما ربيا نا صغارا

Artinya:
"Ya Allah, berilah ampunan ayah dan ibu kami dan berilah kasih sayang kepada mereka berdua sebagaimana pernah merawat kami semua di masa kecil". 

Tak disangka, ternyata doa itu membuat mata semua saudara kami menetes tidak henti karena saya ulang puluhan kali sampai berhenti di hitungan entah keberapa. Saat inilah bau harum itu muncul dan tercium hingga selesai doa.

Semoga saja itu adalah harum bau surga, yang menurut keterangan Syaikh Muhammad Al-Maliki dalam kitabnya, Ma La Ainun Ro'at (Yang mata tidak bisa meliat), dibagi menjadi dua. Teksnya begini:

وريح الجنة نوعان: ريح يوجد فى الدنيا تشمه الأرواح أحياناً لا تدركه العبارة, وريح يدرك بحساسة الشم للأبدان كما تشم روائح الأزهار وغيرها

Artinya:
"Bau surga itu ada dua macam. Pertama, bau yang bisa ditemui di dunia dan para ruh dapat kadang-kadang dapat mencium baunya dan tidak bisa diibaratkan/diutarakan. Kedua, bau yang bisa dirasakan oleh tubuh (indra penciuman kita) seperti saat mencium bau bunga-bunga dan lainnya". (Baca Ma La Ainun Roat, hlm: 19).

Baca: Sakit Bergilir Karena Menunda Nadzar Ziarah ke Makam Sunan Muria

Di dunia ini, bau surga bisa dirasakan dan dicium kehadirannya oleh orang-orang yang dikehendaki oleh Allah seperti para Nabi, para Rasul dan orang-orang khusus.

Semoga saja bau itu adalah bau surga yang diberikan Allah Swt. sebagai tempat Bapak dan Ibu kami, selamanya. Dan anak serta cucu-cucunya menciumnya sejak di dunia. [badriologi.com]

close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah