Ibu Kos di Kudus Jadi Buronan Hutang Akibat Ulah Anak Kosnya
Cari Judul Esai

Advertisement

Ibu Kos di Kudus Jadi Buronan Hutang Akibat Ulah Anak Kosnya

M Abdullah Badri
Minggu, 09 Juni 2019

Cerpen ibu kos bersama anak kos yang nakal karena ulah hutang-piutangnya membuat gerah. Sudah dianggap anak sendiri tapi kelakukan Mila dan suaminya membuat dunia seperti akan runtuh.

Cerpen M Abdullah Badri

EMPAT bulan sejak awal tahun 2019, Mila tidak pernah sowan kepada ibundanya di Jepara. Hingga kini, menurut cerita yang kudengar dari Ibu kosnya di Kudus, dia hanya datang tiap malam seperti maling, lalu pergi.

"Saya tidak tahu apakah dia sendiri yang datang atau bersama suaminya. Tapi anehnya, kos-kosan saya jadi buronan orang-orang yang terkait dengan Mila," kata Ibu kos.

Selain ibunda Mila yang aku lihat sedih, Ibu kos ternyata demikian. Sudah dianggap sebagai anak sendiri, Mila tega mencantumkan nomor hapenya sebagai kerabat dekat untuk keperluan mencairkan hutang di BMT, Bank maupun lising. Ia diburu penagih hutang Mila.

Seminggu, Ibu kos harus menemui 2-3 orang dari Jepara, Kudus, Semarang, yang semuanya terkait dengan hutang Mila, termasuk aku, yang menjadi korbannya juga. Baca cerpen sebelumnya tentang aku yang jadi korban, dalam cerpen berjudul: Kisah Korban Penyewaan Rental Mobil di Jepara yang Dihutangkan.

Ibu Kos masih beruntung karena mengikuti saran suaminya agar tidak terlalu dekat dengan Mila setelah firasatnya menyatakan: suami Mila berperangai buruk. Bila aku tidak menuruti pesan suamiku, Ibu Kos masih mau menuruti perintah suaminya. Mobilnya pun selamat.

"Mobil saya pernah mau dipinjam oleh suaminya Mila, Mbak, tapi karena saya tidak mau, mobilnya selamat. Andai saja saya pinjamkan, mobil Brio merah punya saya mungkin sudah raib digadaikan kayak mobil sampeyan," tandas Ibu Kos.

Ibu Kos sangat prihatin kepada Mila dan suaminya. Kos-kosannya di Kudus yang harusnya laku 15 juta, kepada Mila, dia hanya kasih harga Rp. 8 juta. Empati Ibu Kos muncul karena Ibu Kos berharap Mila dan suaminya, yang belum genap menikah setahun terakhir, bisa mengembangkan bisnis dengan baik.

"Tahun ini ada yang nawar sewa kos saya 15 juta setahun. Tapi tetap saya kasikan ke Mila cuma 8 juta karena dia anak muda dan baru menikah dan merintis bisnis. Tapi sampeyan lihat sendiri sekarang, bayar kosnya juga telat kan," kata Ibu kos kepadaku saat bertemu.

Awalnya Ibu kos tidak pernah curiga sepak terjang Mila terkait keuangan dia. Kepada Ibu kos, Mila hanya menceritakan kondisi keluarganya dan dia sendiri, tanpa mengungkapkan keuangan. Ibu kos mengaku baru tahu soal hutang yang melilit Mila sejak ada yang datang hampir tiap saat, mencari Mila atau suaminya.

"Yang datang menagih datangnya hampir bersamaan," keluhnya, sesekali menghela nafas.

Bulan puasa lalu, ada laki-laki berkacamata mengaku pamannya dari Semarang yang datang mencari suami Mila bersama tiga orang laki-laki lainnya, berbadan besar dan kekar.

"Dia memang nakal sejak kecil, saya sendiri sudah tidak sanggup mengatasinya Bu," kata laki-laki itu kepada Ibu kos waktu itu.

Baca: Kirim Salam Untuk Mr. Harlah

Di antara rombongan pamannya itu, salah satunya ternyata pemilik mobil Brilio yang disewa suaminya Mila beberapa waktu. Dia berhasil membawa mobil itu sepertiku juga, karena membawa copy STNK, BPKB serta kunci cadangan.

Meski Mila dan suaminya raib hilang, mobil Brilio milik paman suaminya itu pun akhirnya selamat. Ibu kos yang ditanya pamannya itu tidak bisa menjawab dimana posisi Mila terakhir, bersama suaminya.

"Setahu saya, suami Mila tiap malam hanya main futsal tiap malam dan toko giginya selalu ditutup. Mila sendiri saya lihat hanya tiduran saja kerjaannya di kos, sampai saya sebel melihatnya dan saya carikan pekerjaan marketing barang-barang rumah tangga tapi dia malas dan mudah menyerah. Sekarang saya tidak tahu posisinya dimana," kata Ibu kos kepada laki-laki yang mengaku paman suami Mila.

Ibu kos sangat prihatin dengan suami Mila juga. Tokonya tidak pernah dibuka tapi main futsal saja tiap malam. Bersama teman club nongkrong sesama Madura, Mila juga sering dilihat Ibu kos berkumpul bersama mereka, dan hanya dia yang perempuan.

"Mila kenal semua dengan teman suaminya dari Madura, yang komunitasnya sangat banyak. Ada yang sesama bakul untu, tukang potong rambut, sampai yang suka mistis".

Mengambil nafas panjang, Ibu berbisik kepada ku, "aku tidak tahu Mila sekarang ditanam suaminya dimana".

"Kok ditanam, Bu?"

Ibu kos hanya diam. Dia kemudian melanjutkan kisah anak kos lainnya, seorang pedagang sayur di Kudus, yang selamat dari tipudayanya bermain gadai mobil mobil Brilio yang berhasil diambil oleh pemiliknya dari Semarang itu.

Semua selamat dari tindak jahat Mila dan suaminya. Hanya saya yang terlanjur mau menyewakan mobil pribadi untuk digadaikan oleh Mila kemudian.

Ibu kos belum selamat dari buruan penagih hutang akibat ulah Mila dan suami. Dan Mila juga demikian, dia belum selamat dari ulah nakal suaminya, akan ditanam dimana ia.

Yang lebih menderita lagi adalah Ibunda Mila di Jepara. Posisi sepuh tapi pihak keluarga suami juga tidak pernah berkomunikasi untuk mencari solusi hingga sakit-sakitan.

"Urip utang ngalor-ngidul nipu ngalor-ngidul sing mbok luru opo toh nduuuk nduk".

Ibundanya hanya bisa berdoa agar Mila segera cerai saja. [badriologi.com]

Keterangan:
Cerpen ini saya tulis berdasarkan inspirasi kisah nyata.  

close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah