Musik Bagi Gus Muwafiq Bukan Hanya Hiburan, Tapi Rayuan Romantis
Cari Judul Esai

Advertisement

Musik Bagi Gus Muwafiq Bukan Hanya Hiburan, Tapi Rayuan Romantis

M Abdullah Badri
Rabu, 05 Juni 2019

bermain gitar apakah haram | gus muwafiq saja bermain gitar
Gus Muwafiq saat bermain gitar bersama santrinya di rumah, Sabtu malam (31 Mei 2019). Bagi Gus Muwafiq, musik adalah alat penumpahkan kesendirian daripada meluapkan kesepian kepada hal-hal negatif. 

Oleh M Abdullah Badri

BAGI para seniman, musik adalah sarana ekspresi jiwa internalnya. Bagi kalangan pendakwah, musik bisa jadi bagian dari alat menyampaikan pesan dakwah, seperti H. R. Oma Irama. Bagi Gus Muwafiq, musik bisa menjadi hiburan di tengah rehat dari padatnya aktivitas ceramah dan sekaligus merayu Bu Nyai di saat senggang.

Ini acap disaksikan oleh para santri Gus Muwafiq di rumahnya, Jombor, Yogyakarta. Bila beliau sedang istirahat di rumah (biasanya pulang paling cepat seminggu sekali), gitar elektrik maupun jenis gitar lainnya dipegang tanpa canggung dan sejenak manynyikan lagu.

Sabtu, 31 Mei 2019, Gus Muwafiq sedang enak bermain gitar dengan nyanyian lagu yang saya dengar milik Iwan Fals. Di tengah rampung satu lagu, Bu Nyai, istri Gus Muwafiq, tiba melintas dengan mobil hendak pergi keluar.

"Pergi kemana, Mah?" Tanya Gus Muwafiq, masih pegang gitar.

"Mau belanja kurma?"

"Udah, ke sini saja, biar anak-anak yang beli kurma," Bu Nyai pun mengiyakan.

Berdua, di depan rumah itu, antara Gus Muwafiq dan Bu Nyai terlihat mesra. Bu Nyai terlihat tersipu dinyanyikan lagu-lagu romantis oleh Gus Muwafiq.

Baca: Jelang Satu Abad Harlah TBS, Saya Teringat Syiir "Mars TBS"

"Suami di rumah ya ditemani begini lah, kan jarang di rumah".

Bu Nyai hanya merespon dengan senyum tersipu hingga rampung dua atau tiga lagu saya dengar.

Kepada santri yang juga sopir, Gus Muwafiq meminta kunci mobil, "mana kontak mobilnya," pinta Gus Muwafiq dan dengan segera kontak itu diberikan oleh santri.

"Aku mau jalan-jalan. Saya sopiri sendiri sekali-kali tanpa kalian. Biar romantis," kata Gus Muwafiq disambut tawa beberapa santri yang kebetulan ada di ruangan depan rumah. Saya pun ikut tertawa melihat Bu Nyai makin tersipu.

Gitar diletakkan, kunci diambil, Bu Nyai digeret tangan menuju lokasi mobil yang dari tadi seharusnya akan digunakan Bu Nyai beli kurma. Sejenak akan berangkat, ternyata si kecil putri Gus Muwafiq merengek minta ikut jalan-jalan.

Walhasil, rencana Gus Muwafiq jalan-jalan sekitar Yogya sendirian hanya bersama Bu Nyai jadi gatot alias gagal total.

***

Cerita lain tentang bermain musiknya Gus Muwafiq juga saya lihat ketika beliau kedatangan tamu yang juga kawan lamanya. Tamu ini datang pada Sabtu malam (31 Mei 2019), di tengah Gus Muwafiq bermain musik dengan salah satu santrinya, seperti tampak dalam foto di esai ini.

Kepada sang kawan lama, Gus Muwafiq berujar, "kesalahan hidupmu hanya satu meski kau sangat pandai kawan," katanya.

Baca: Mengapa Lirik Lagu Syubbanul Wathon Diterjemahkan “Afganistan Bilady”?

"Apa itu, Cak?"

"Kamu tidak pandai bermain musik sehingga ketika kamu sendirian kamu tidak memiliki peluang menumpahkan kesendirianmu. Orang yang tidak bisa menumpahkan kesendirian dan kesepiannya cenderung meluapkannya kepada hal-hal yang negatif," terang Gus Muwafiq.

Saya akhirnya ikut tersindir juga karena memang tidak pandai bermain musik, khususnya bermain gitaran, apalagi ngeband. Saya jadi paham, mengapa selama ini saya dianggap kurang romantis oleh istri. Barangkali karena saya tidak punya jiwa bermusik. Hahaha. [badriologi.com]