Pusaka Kebal Tembak Diambil Tanpa Hak, Anak Menggigit Lidahnya Sampai Hancur
Cari Judul Esai

Advertisement

Pusaka Kebal Tembak Diambil Tanpa Hak, Anak Menggigit Lidahnya Sampai Hancur

M Abdullah Badri
Jumat, 07 Juni 2019

jimat nyai ratu kalinyamat untuk menghilang
Batu bata putih mini berbentuk korek api pernah muncul dari sumu peninggalan Nyai Ratu Kalinyamat Jepara dan digunakan secara tidak hak oleh orang-orang-orang yang tidak bertanggungjwab. Foto: ilustrasi saja.

Oleh M Abdullah Badri

TANAH yang pernah digunakan tempat bertapa Nyai Ratu Kalinyamat itu kini hanya tersisa sebagai belukar yang rimbun pohon-pohon besar. Hingga sekarang, tanah itu terdapat sumur keramat tapi sudah diurug oleh Mbah Sardi, pemilik tanah tersebut.

Dulu, sebelum sumur ditutup, pernah muncul sebuah pusaka yang bahannya seperti batu bata, tapi berwarna putih dan ukurannya sangat kecil, hanya sebesar korek api. Ceritanya, batu bata putih sebesar korek api ini dianggap memiliki maziyyah kebal bacok, kebal tembak dan bisa menghilang.

Baca: Naik Haji dengan Harta Karun Haram, di Makkah Kena Adzab Jadi Ular Berkapala Manusia

Suatu kali, batu bata putih mini itu pernah ditaruh di dekat seekor ayam sedang memakan beras. Atas izin Allah Swt. ayam itu ternyata tidak melihat beras-beras di sekelinglingnya karena mendapatkan tabir yang tidak terlihat.

Oleh salah satu tetangga Mbah Sardi, benda itu kemudian diminta olehnya tanpa hak. Artinya, dia memakai barang tersebut untuk kepentingan tertentu yang tidak diridhai Allah Swt. Sementara Mbah Sardi pemilik sah yang tidak meridhai juga.

Beberapa saat kemudian, ada kejadian aneh. Anak Marto, pemakai benda peninggalan Nyai Ratu Kalinyamat itu, tiba-tiba suka menggigit lidahnya sendiri dengan giginya sendiri. Sakit tak terperi dialami oleh anaknya Marto hingga hancur lidahnya sendiri.

Baca: Pusat Kerajaan Demak di Prawoto, Bagaimana Demak Bintoro?

Hingga anaknya mati, pusaka itu raib entah kemana. Inilah akibat orang yang tidak bertanggungjwab atas anugerah Allah Swt. kepada benda yang harusnya digunakan untuk hal-hal bermanfaat tapi digunakan untuk hal lain yang tidak sesuai peruntukannya. [badriologi.com]

Keterangan:
Cerita ini dituturkan oleh putra Mbah Sardi pada Kamis malam, 6 Juni 2019. Dan penulis mendengarkannya dengan saksama.