Membaca Ayat Kursi 12 Kali Tiap Jumat dan Makna Khaira Ummah
Cari Judul Esai

Advertisement

Loading...

Membaca Ayat Kursi 12 Kali Tiap Jumat dan Makna Khaira Ummah

M Abdullah Badri
Kamis, 22 Agustus 2019
Loading...

5 prinsip mabadi khaira ummah
Kuntum khaira ummah adalah konsep moderatisme dalam Surat Al-Baqarah ayat 110.

Oleh M Abdullah Badri

DARI Sahabat Anas bin Malik ra, dia berkata, Rasulullah Saw. bersabda,

ما من عبد من أمتي إذا أصبح فقرأ إثنتى عشرة مرة أية الكرسي ثم توضأ وصلى الفجر حفظه الله من شر الشيطان وكان بمنزلة من قرأجميــع القرأن ثلاث مرات وتوِّج يوم القيامة بتاج من نور يضيئ لأهل الدنيا. يا رسول الله في كل يوم قال لا بل في كل يوم الجمعة فإنها تجزيك من دهرك فى جمعة مرة

Artinya:
"Tidak ada seorang hamba pun dari umatku yang dikala pagi hari dia membaca Ayat Kursi 12 kali lalu mengambil air wudlu dan shalat Fajar kecuali Allah menjaganya dari keburukan-keburukan setan. Ia seperti orang yang sudah membaca Al-Qur'an tiga kali, dan besok di hari kiamat disediakan mahkota dari yang cahayanya bisa menyinari seluruh penduduk dunia". Aku kemudian bertanya, "setiap harikah?" Nabi Menjawab, "Tidak, cukup pada setiap Jumat saja. Satu Jum'at cukup untuk setahun".

Umat Nabi Musa dan Allah Tidur


Dalam kisah ini ada kabar gembira untuk umat Islam. Diceritakan, umat-umat zaman dahulu itu hatinya lemah dan daya serap pemahaman mereka juga sedikit. Mereka tidak bakal mengakui kebenaran ajaran para Rasul kecuali dengan mukjizat dan buktinya bisa dilihat dengan kasat mata.

Misalnya seperti ungkapan kaum Nabi Musa as., yang berkata: "Kami tidak akan beriman kepadamu kecuali kami melihat Allah dengan mata kepala sendiri". Nasib mereka pun akhirnya binasa setelah diturunkan adzab petir halilintar.

Suatu ketika mereka juga pernah bertanya kepada Nabi Musa as, "apakah Tuhanmu tidur? Padahal ada keterangan di Taurat yang menjelaskan 'Tuhan tidak akan ngantuk dan tidur' (لا تأخذه سنة ولا نوم - seperti teks Ayat Kursi dalam Al-Qur'an, pen)".

Baca: Syarat Masuk Surga Tanpa Ibadah (Ngaji Ushfuriyah Bagian 3)

Nabi Musa as. membenarkan apa yang terkandung dalam Taurat itu.

"Bagaimana bisa tidak tidur?" Kata mereka.

Allah Swt. kemudian memerintahkan Nabi Musa as. untuk mengambil dua botol kosong dan mengisinya dengan air penuh. Allah menidurkan Nabi Musa as. Dua botol itu pun terjatuh hingga pecah.

Allah Saw. kemudian berfirman, "Katakanlah Hai Musa, kepada kaummu: 'Andai Allah tidur, alam akan rusak, seperti (rusaknya) dua botol ini (saat engkau tidur)".

Dari kisah di atas, kabar gembira yang dapat diambil adalah fakta Allah Swt. memuji umat ini (umat Nabi Muhammad Saw.) seperti dalam ayat "kuntum khaira ummatin" (kalian adalah umat terbaik).

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

Artinya:
"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik". (QS. Ali Imran: 110).

Mengapa disebut demikian? Karena umat ini adalah umat yang menerima dan membenarkan ajaran Rasulullah Saw. tanpa mukjizat dan tanpa bukti kasat mata setelah sekian tahun lamanya (Nabi Saw. diutus). [badriologi.com]

Keterangan:
Demikian terjamah hadits ke-23 dan hikayat dalam Kitab Mawa'idzul Ushfuriyah. Diterjemahkan penulis pada Rabu Pon, 21 Agustus 2019 - waktu Maghrib (18.54 WIB), sebelum ngaji rutin malam Kemisan.

Loading...