Kisah Abu Jahal Gagal Membunuh Nabi - Tafsir Surat Yasin Ayat 9
Cari Judul Esai

Advertisement

Kisah Abu Jahal Gagal Membunuh Nabi - Tafsir Surat Yasin Ayat 9

M Abdullah Badri
Jumat, 16 Agustus 2019

abu jahal memusuhi nabi muhammad dengan cara membunuh dan menculik
Kisah Abu Jahal gagal menculik dan gagal merencanakan pembunuhan kepada Rasulullah Saw. dan para sahabatnya.
Foto: istimewa.

Oleh M Abdullah Badri

DALAM Surat Yasin ayat ke-9 ini, terdapat tiga pendapat tentang asbabun nuzulnya.

وَجَعَلْنَا مِنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ سَدًّا وَّمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَاَغْشَيْنٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُوْنَ

Artinya:
"Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat". (QS. Yasin: 9).

Menurut riwayat pertama, ayat di atas turun untuk perkara Abu Jahal dan kelompoknya dari Bani Mahzum. Suatu kali, Abu Jahal bersumpah bila melihat Muhammad sedang mendirikan shalat, dia akan menindih kepala Nabi Saw. dengan batu.

Benar saja, ia berani mendekati Rasulullah Saw. saat beliau tengah melaksanakan shalat. Dia gagal. Mendadak tangan Abu Jahal saat itu terkunci kaku melingkari lehernya. Sementara batu yang diangkat tadi tiba-tiba saja lengket menempel di tangan.

Ia lari. Kepada kawannya sesama kafir pembenci Nabi Saw., Abu Jahal mengabarkan penyebab batu lengket di tangannya itu. Ketika inilah batu baru jatuh. Seorang laki-laki dari Bani Mahzum berkata, "aku akan membunuhnya dengan batu ini".

Baca: Kisah Suraqah bin Malik - Asbabun Nuzul Surat Al-Ikhlash

Gantian laki-laki itu datang mendekati Rasulullah Saw. yang sedang shalat juga. Begitu batu hendak dilemparkan, mendadak matanya dibutakan oleh Allah Swt. Akibatnya, dia tidak bisa melihat Rasulullah Saw. meskipun dia masih mampu mendengar suaranya.

"Aku mendengar suaranya (Muhammad) tapi seolah ada penghalang antara aku dan dia. Posisiku seperti orang di dekat anak sapi ganas yang meraung sambil mengibaskan ekornya (tanda marah), yang bila aku mendekatnya sedikit saja, dia akan memakanku (menerkamku)," katanya.

Setelah kejadian di atas, tiap Abu Jahal ingin membunuh Nabi Muhammad Saw. dia selalu saja tidak bisa melihat jelas Rasulullah Saw. Baca: Balasan Orang Kafir dan Takabbur - Tafsir Surat Yasin Ayat 7-8.

Riwayat kedua, asbabun nuzul Surat Yasin ayat 9 ini berkaitan dengan kisah sekelompok kafir Quraisy yang pada suatu kesempatan di pintu masuk Ka'bah pernah merencanakan penculikan kepada Nabi Muhammad Saw. dan para pengikutnya.

Mereka sepakat, setelah Muhammad dan para sahabat diculik, mereka akan ditawan, dibawa ke Jabal Qubais dan masing-masing akan diinvestigasi. Bila dari mereka menjawab "tidak yakin atas kebenaran agama Islam", akan dilepas. Tapi bila menjawab begitu, dibunuh semuanya.

Setelah rencana tersebut disepakati, mereka mencari dan mendatangi Rasulullah Saw. dan para sahabatnya. Namun Allah Swt. menjadikan mereka terhalang, dari depan maupun belakang (مِنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ سَدًّا وَّمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا), sehingga tidak bisa melihat persis Nabi Muhammad Saw. dan para sahabat.

Riwayat ketiga, asbabun nuzul Surat Yasin ayat 9 ini berkenaan dengan riwayat sekelompok orang-orang musyrik yang sesumbar, "bila aku bertemu dengan Muhammad suatu kali," kata salah satu kelompok musyrik itu, "aku akan melakukan begini dan begitu".

Ketika berhadapan dengan kelompok ini, Nabi Saw. berdiri, membaca Surat Yasin hingga sampai pada kalimat ayat فَهُمْ لَا يُبْصِرُوْنَ lalu mengambil segenggam pasir (atau tanah) untuk kemudian beliau lemparkan ke arah muka dan jenggot-jenggot mereka.

Mereka lari tunggang-langgang menjauh dari Rasulullah Saw. sambil mengibaskan pasir-pasir yang mengotori jenggot dan muka mereka. "Sumpah, (setelah dilempar pasir, pen) kami tidak melihat dan mendengarkan suara Muhammad Saw," kata mereka.

Demikianlah tiga riwayat tentang peristiwa gagalnya rencana pembunuhan Abu Jahal, Bani Mahzum dan penculikan musyrikin, sebagaimana penulis terjemahkan dari Kitab Syarah Tafsir Yasin karya Syaikh Hamami Zadah, ditulis Jumat subuh, 16/08/2019. [badriologi.com]