Warga Jepara Mengaku Resah Dengan Ulah Buya Nasir -->
Cari Judul Esai

Advertisement

Warga Jepara Mengaku Resah Dengan Ulah Buya Nasir

Badriologi
Kamis, 22 Oktober 2020
Jual Kitab Kuning Pethuk

Dolar dari download buku
buya nasir sangat meresahkan warga jepara dengan kajian manaqibnya
Nasir Buya dianggap meresahkan warga. Foto: badriologi.com.

Oleh M. Abdullah Badri

WARGA sekitar mBulu Jepara Kota ada yang inbox mengaku resah dengan kehadiran Nasir di desanya. "Jujur kami resah, beberapa teman kami yang termasuk orang berpengaruh, malah ikut nimbrung," kata dia sambil menyebutkan dua nama yang saya kenal, Senin (19/10/2020) sore. 

Sumber yang tidak mau disebutkan namanya itu mengaku ingin oprak-oprak tapi tidak berani atau ewuh. Pasalnya, yang terkena "hipnotis Nasir" adalah tokoh. "Yang kena pengaruh itu tidak sadar kalau dipengaruhi," tambahnya, ke saya. 


"Santrinya yang segelintir itu sering juga naburin beras kuning di sekitar lokasi," terangnya saat menjelaskan hal yang meresahkan itu. 

Akunya, warga yang satu RT dengannya kebanyakan cuma acuh, "RT-nya juga mau bubarin ewoh, karena yang kena pengaruh termasuk orang yang terpandang di situ," jelasnya.

Soal sulap Nasir yang aduhai, dia sempat ingin menunjukkan videonya ke saya, tapi terhapus (masih nunggu dia mencari). Dia mengatakan, Nasir itu suka menunjukkan kelebihannya kepada jama'ah. Termasuk beratraksi menangkap rokok jadi duit. (Aku iso sugih nek bentuke ngene. Hahah). 

Apa yang dikatakan warga mBulu memang ada benarnya. Pada 17 Oktober 2020 lalu misalnya, Nasir mengaku kepada jama'ahnya bila dia sudah dipanggil kiai sejak usia 9 tahun oleh Kiai-kiai Lirboyo. 

"Kelas 4 SD saya sudah dipanggil kiai. Siapa yang manggil kiai? Kiai-kiai Lirboyo yang memanggil saya kiai. Bukan orang biasa. Jika sekarang Buya Nasir sudah umur 52 tahun. Berarti sudah jadi kiai tinggal dikurangin, berapa itu? Dikurangi 9; 39 tahun sudah jadi kiai," aku Nasir, sebagaimana dalam video.


Keluarga yang anaknya akan dinikahkan dengan santriwatinya Nasir, dan sudah lamaran, yang konon dari Kudus (Jurang), juga mengaku resah karena ketidakjelasan identitas calon pengantin itu serta mencium indikasi "dimanfaatkan" saja. 


Tetangga pondok di mBulu juga ada yang tertarik mengambil santri putri Nasir sebagai menantu. Namun, setelah dihitung-hitung oleh Nasir, tidak cocok. Harus ada "dam" nya berupa uang Rp. 2,5 juta. 

"Koyo wong kaji ae ono istilah 'dam'," ungkap sumber ke saya. Hahaha. 

Keresahan itu makin menggelisahkan setelah beredar kabar santer kalau kedatangan Nasir ke Jepara terkait adanya tokoh yang siap pasang badan melindungi dia dari "kejaran polisi". Terkait kasus apa, sumber saya tidak menjelaskan detail.  

"Dia ke Jepara karena seolah mendapatkan dekengan," kata sumber yang tidak perlu saya sebut namanya di sini. 

Percaya atau tidak, terserah. Saya hanya menyusun kabar dan membenahi ketikan sumber untuk dijadikan pencerahan. [badriologi.com]

Keterangan:
Tulisan ini sudah ditulis pada 19 Oktober 2020 di Facebook pribadi penulis.

Flashdisk Ribuan Kitab PDF

close
Kitab Makna Pesantren