Risalah Konfercabiyah Al-Adabiyah Al-Ansoriyah -->
Cari Judul Esai

Advertisement

Risalah Konfercabiyah Al-Adabiyah Al-Ansoriyah

M Abdullah Badri
Jumat, 01 Oktober 2021
Flashdisk Ebook Islami

Buku Terjemah Daqaiqul Akhbar
risalah konfercab ansor jepara 2021
Ilustrasi harapan Risalah Konfercabiyah Al-Adabiyah. Foto: istimewa.


Oleh M. Abdullah Badri


πŠπŽππ…π„π‘π‚π€π GP. Ansor Jepara ke-13 selesai. Masalah belum kelar. Hingga tulisan ini saya buat pada Kamis Subuh, 30 September 2021, negosiasi masih buntu. Andai keputusan tangan besi dipakai, yang meleleh karena panas adalah bawahan ―sampai ranting. π‘π‘—π‘’π‘˜ π‘˜π‘’π‘π‘–π‘¦π‘’? 


Risalah ini saya susun untuk para kandidat yang saya anggap masih memiliki niat tulus berkhidmah di NU. Dalam Kitab 𝐴𝑙-π»π‘–π‘˜π‘Žπ‘š, Syaikh Ahmad bin Atha'illah menulis, 


Ω…Ω† ΨΉΩ„Ψ§Ω…Ψ§Ψͺ Ψ§Ω„Ψ₯ΨΉΨͺΩ…Ψ§Ψ― ΨΉΩ„Ω‰ Ψ§Ω„ΨΉΩ…Ω„ Ω†ُΩ‚Ψ΅Ψ§Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ¬Ψ§Ψ‘ ΨΉΩ†Ψ― وجود Ψ§Ω„Ψ²َΩ„َΩ„


"π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘šπ‘Žπ‘ π‘’π‘˜ π‘π‘Žπ‘”π‘–π‘Žπ‘› π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿ π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘  π‘ π‘’π‘Žπ‘‘π‘’ π‘Žπ‘šπ‘Žπ‘™ π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘™π‘Žβ„Ž π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘–π‘˜π‘–π‘ π‘›π‘¦π‘Ž β„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘π‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘‘π‘–π‘˜π‘Ž π‘˜π‘’π‘π‘™π‘’π‘ π‘’π‘‘". 


Beliau juga menulis hikmah begini,

 

Ψ³َوَΨ§Ψ¨ِΩ‚ Ψ§Ω„Ω‡ِΩ…َΩ… Ω„Ψ§ ΨͺَΨ­ْΨ±ِΩ‚ Ψ£Ψ³ْوَΨ§Ψ±َ Ψ§Ω„Ψ£Ω‚Ψ―َΨ§Ψ±


"π‘†π‘’π‘šπ‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘‘ π‘—π‘’π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘π‘–π‘ π‘Ž π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘Ÿ π‘‘π‘–π‘Ÿπ‘Žπ‘–-π‘‘π‘–π‘Ÿπ‘Žπ‘– π‘‘π‘Žπ‘˜π‘‘π‘–π‘Ÿ". 


Dua hikmah di atas saya pikir sudah bisa dijadikan sebagai bahan renungan atas korsleting hasil Konfercab GP. Ansor Jepara. Ditambah satu lagi,

 

Ψ£Ψ±ِΨ­ْ نفسَΩƒ Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψͺدبير. فما Ω‚Ψ§Ω… Ψ¨Ω‡ غيرُΩƒ ΨΉΩ†Ωƒ Ω„Ψ§ ΨͺΩ‚Ω… Ψ¨Ω‡ لنفسك


"πΌπ‘ π‘‘π‘Ÿπ‘–β„Žπ‘Žπ‘‘π‘˜π‘Žπ‘›π‘™π‘Žβ„Ž π‘‘π‘–π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘’ (π‘–π‘šπ‘Žπ‘—π‘–π‘›π‘Žπ‘ π‘–π‘šπ‘’) π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘‘π‘’π‘Ÿ π‘‘π‘–π‘Ÿπ‘– π‘ π‘’π‘›π‘‘π‘–π‘Ÿπ‘–. π΄π‘π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘ π‘’π‘‘π‘Žβ„Ž π‘‘π‘–π‘˜π‘’π‘Ÿπ‘—π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘œπ‘™π‘’β„Ž π‘™π‘–π‘¦π‘Žπ‘›, π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘˜π‘Žπ‘’ π‘π‘Žπ‘˜π‘ π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘˜π‘’ π‘‘π‘–π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘’". 


Agar mudah dipahami, tiga hikmah dari Syaikh Ibnu Atha'illah di atas saya risalahkan secara kontekstual seperti ini:


Katakanlah, misi untuk mencalonkan diri sebagai ketua adalah bagian dari β„Žπ‘–π‘šπ‘Žπ‘š (cita juang) yang π‘ π‘Žπ‘€π‘Žπ‘π‘–π‘ž (sangat tinggi). Jalan untuk mencapainya adalah dengan menjadi kandidat. Inilah yang bisa disebut sebagai "amal", seperti istilah dalam 𝐴𝑙-π»π‘–π‘˜π‘Žπ‘š itu. Baca: "Deadlock Adab" dalam Konfercab Ansor Jepara 2021


Syarat amal menurut π»π‘–π‘˜π‘Žπ‘š adalah tidak bersandar kecuali kepada Allah. Semua amal harus menuju πΏπ‘Ž πΌπ‘™π‘Žβ„Žπ‘Ž πΌπ‘™π‘™π‘Žπ΄π‘™π‘™π‘Žβ„Ž. Secara syariat, kita disuruh beramal, tapi ada syarat harus lepas darinya. Mengapa? Karena semua bentuk semangat, dengan cara apapun kita meraihnya, halal maupun haram, tidak akan bisa menumbangkan dinding ketentuan Allah (takdir). 


Qadla' (keputusan) Konfercab sudah terjadi. Mau pakai π‘ π‘Žπ‘€π‘Žπ‘π‘–π‘ž apapun, bila Allah menghendaki salah satu kandidat menjadi ketua nantinya, bentuk ikhtiar apapun tak akan bisa menembus π‘Žπ‘ π‘€π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘™ π‘Žπ‘žπ‘‘π‘Žπ‘Ÿ (tirai-tirai takdir). Maka, istirahatkanlah diri kita dari upaya mengatur diri sendiri (π‘‘π‘Žπ‘‘π‘π‘–π‘Ÿ), apalagi mempermainkan orang lain untuk menuruti π‘ π‘Žπ‘€π‘Žπ‘π‘–π‘ž kita. π‘€π‘Žπ‘˜π‘ π‘’π‘‘π‘’ π‘˜π‘œπ‘› π‘ π‘’π‘™π‘’β„Ž. 


Apa tanda tulus sebuah π‘ π‘Žπ‘€π‘Žπ‘π‘–π‘ž atas amal? Jawab saya: tidak mudah kecewa bila cita-cita tak sesuai kenyataan. Itulah salah satu alamat tidak ber-𝑖'π‘‘π‘–π‘šπ‘Žπ‘‘ π‘Žπ‘™π‘Žπ‘™ π‘Žπ‘šπ‘Žπ‘™ (bersandar atas amal), seperti ditulis π»π‘–π‘˜π‘Žπ‘š. Dalam ketulusan tak ada tuntut balas, apalagi merasa diri sebagai "π‘Žπ‘›π‘Ž π‘˜β„Žπ‘Žπ‘–π‘Ÿπ‘’π‘š π‘šπ‘–π‘›β„Žπ‘’", atas nama apapun, "π‘›π‘Žπ‘Ÿ" maupun "π‘‘β„Žπ‘–π‘›". (QS. Al-A'raf: 12). Yang berhak menentukan "π‘˜β„Žπ‘Žπ‘–π‘Ÿ π‘šπ‘–π‘›β„Žπ‘’", bukan "π‘Žπ‘›π‘Ž" atau "β„Žπ‘’π‘€π‘Ž", tapi Allah semata. π‘€π‘Žπ‘˜π‘ π‘’π‘‘π‘’, π‘€π‘œπ‘›π‘” π‘–π‘˜β„Žπ‘™π‘Žπ‘ β„Ž π‘˜π‘’π‘€π‘– π‘”π‘Žπ‘šπ‘π‘Žπ‘›π‘” π‘›π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘œ.  


π‘π’π¬πšπ₯𝐚𝐑 πŠπ¨π§πŸπžπ«πœπšπ›π’π²πšπ‘

Dalam amal syariah politik kekuasaan (PD/PRT atau apapun namanya), koalisi biasanya terjadi sebelum kompetisi dimulai, bukan setelahnya. Pada tahapan inilah negosiasi masih bisa diπ‘€π‘œπ‘™π‘Žπ‘˜-π‘€π‘Žπ‘™π‘–π‘˜. 


Sementara itu, syariah orang yang bersedia gabung dalam aliansi "janji bersama" adalah mengamalkan isi kesepakatan. Bila tidak, per(πšππšπ›)an lah yang akan mencatatnya sebagai noktah. Meski begitu, وَΨ§Ω„Ω„َّΩ‡ُ ΨΊَفُورٌ Ψ­َΩ„ِΩŠΩ…ٌ - π΄π‘™π‘™π‘Žβ„Ž π‘€π‘Žβ„Žπ‘Ž π‘ƒπ‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘šπ‘π‘’π‘› π‘™π‘Žπ‘”π‘– 𝑴𝒂𝒉𝒂 π‘·π’†π’π’šπ’‚π’π’•π’–π’. (QS. Al-Baqarah: 225). 


Baca: Konfercab Ansor Jepara dan Blumbang Amoh NU


Tengoklah sirah Rasulullah Saw saat masih di Makkah (sebelum hijrah). Beliau mendapatkan keamanan fisik karena "mawali" (pelindung) utama beliau, Abu Thalib ―π΄π‘‘π‘–π‘π‘Žπ‘‘π‘– π‘€π‘Žπ‘˜π‘˜π‘Žβ„Ž π‘ π‘Žπ‘Žπ‘‘ 𝑖𝑑𝑒― berhasil menjalin pakta integritas antar π‘Žβ„Žπ‘™π‘Žπ‘“ (koalisi antar suku) yang tegas memerintahkan semua anggota berkomitmen dengan isi kesepakatan. Sanksinya, bila Muhammad diserang, perang antar π‘˜β„Žπ‘Žπ‘™π‘–π‘“/π‘Žβ„Žπ‘™π‘Žπ‘“ mulai berkobar sah.

 

Dalam tubuh GP. Ansor, pimpinan adalah "mawali" penengah korsleting Konfercab. Saya sebut mereka sebagai "liyan", yang masuk dalam π‘‘π‘Žπ‘€π‘’β„Ž فما Ω‚Ψ§Ω… Ψ¨Ω‡ غيرُΩƒ ΨΉΩ†Ωƒ Ω„Ψ§ ΨͺΩ‚Ω… Ψ¨Ω‡ لنفسك (π‘Žπ‘π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘ π‘’π‘‘π‘Žβ„Ž π‘‘π‘–π‘˜π‘’π‘Ÿπ‘—π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘œπ‘™π‘’β„Ž π‘™π‘–π‘¦π‘Žπ‘›, π‘—π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘˜π‘Žπ‘’ π‘π‘Žπ‘˜π‘ π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘˜π‘’ π‘‘π‘–π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘’). 


Mengapa? Karena peran mereka sangat dibutuhkan saat وُΨ¬ُوْΨ―ُ Ψ§Ω„Ψ²َΩ„َΩ„ terjadi dalam kontestasi Konfercab atau bentuk "pilu membiru" lainnya. Inilah per(πšππšπ›)an.

 

Koalisi setelah kompetisi bisa dibenarkan bila dijalin kembali dalam rangka menegakkan integritas bersama dan demi menjaga π‘–π‘‘π‘‘π‘–β„Žπ‘Žπ‘‘ (persatuan), bukan untuk mendikte demi "π‘Žπ‘›π‘Ž". 


Baca: Siapa Sih yang "Berpenyakit" Ain?


Saya pikir, hal itu harus terjadi jika antar kandidat tidak Ψ₯ΨΉΨͺΩ…Ψ§Ψ― ΨΉΩ„Ω‰ Ψ§Ω„ΨΉΩ…Ω„ dan merenungi makna Ψ£Ψ±ِΨ­ْ نفسَΩƒ Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψͺدبير. Tolonglah, jangan kalian bunuh tugas penegah, atas nama Ψ³َوَΨ§Ψ¨ِΩ‚ apapun! Mau sampai kapan? [badriologi.com]


Keterangan:

Esai ini pertama kali dimuat penulis di akun Facebook pribadi pada Rabu, 30 September 2021 (5 hari setelah Konfercab Ansor Jepara digelar).


Flashdisk Ribuan Kitab PDF

close
Iklan Flashdisk Kitab 32 GB