Empat Jenis Kiai yang Harus Dihindari -->
Cari Judul Esai

Advertisement

Empat Jenis Kiai yang Harus Dihindari

M. Abdullah Badri
Jumat, 15 Mei 2026
Flashdisk Ebook Islami

Kitab Makna Pesantren
jenis kiai yang tidak boleh diikuti oleh umat islam
Gambar pelengkap 4 Jenis Kiai yang Dihindari.


Oleh M. Abdullah Badri


SEBELUM identik dengan orang ahli agama yang dihormati, gelar kiai itu bisa melekat ke benda apapun yang berwibawa dan dihormati. Wedus, kebo, keris, bisa disebut kiai bila dihormati. Namun, sejak abad 15 pasca Walisongo, nama kiai melekat ke gelar kehormatan, yang di Arab identik dengan sebutan syaikh, al-alim, al-faqih, atau bahkan al-ustadz


Karena gelar kiai bermula sebagai gelar adat, orang dengan mudah menyematkan nama itu ke orang yang berpengaruh di masyarakat karena dekat dengan simbol agama, walaupun blas tidak memiliki kapasitas keagamaan. Pokok angger nduwe santri, ya kiai. 


Akhirnya, ada kategori kiai manusia yang disebut sebagai kiai tutur (ahli nasehat/ceramah), kiai sembur (ahli pengobatan/suwuk), kiai catur (ahli siasat politik), kiai wuwur (ahli memberi rujukan hukum atau ahli ekonomi/sugih) dan kiai tandur (pendidik di pesantren). Kategori ini positif sebagai pembeda keahlian masing-masing. 


Barangkali, semua kategori itu merujuk kepada dawuh Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani dalam Kitab Manaqib yang beredar: 


لا ينبغى لفقير أن يتصدّى و يتصدّر لإرشاد الناس إلا أن أعطاه الله علم العلماء و سياسة الملوك و حكمة الحكمآء


Terjemah:

"Tidak pantas seseorang tampil di depan untuk membimbing manusia, kecuali Allah telah memberinya: ilmu para ulama, siyasah (kebijaksanaan mengatur) para raja, dan hikmah orang-orang bijaksana". 


Namun, diantara para kiai tersebut, ada kiai yang saya kategorikan sebagai: 


  1. Kiai Sakti (seperti pesulap, anti bedil, anti bacok, dll)
  2. Kiai Klenik (bisa perintah malaikat, percaya reinkarnasi, dll)
  3. Kiai Cabul (ngacengan, di kubul maupun dubur)
  4. Kiai Ndawir (moto duiten dan pintar ngakali proposal)


Kiai-kiai jenis ini, bila tidak menyesatkan ya merugikan masyarakat. Baik dengan ilmunya atau dengan pengaruhnya. Sebab, mereka ini masih mampu menciptakan kuasa tradisional, kuasa kharisma dan kuasa rasional-legal. Sehingga, mereka mudah menggerakkan masyarakat sesuai kepentingannya walau bertentangan dengan syariat. Hindarilah dan jangan mengikuti kiai seperti itu. 


Bagi saya, yang paling selamat mengukur kiai itu sebagai kiai yang benar atau abu-abu sangat mudah. Lihat akidah dan syariatnya. Ono kiai kok menyebut orang yang masih shalat sebagai pemilik mental bocah, cetho sesat. Apalagi pas puasa jedhal-jedhul dia udud, cetho gak melu ajaran Kanjeng Nabi Muhammad Saw, walau tiap hari pakai jubah dan ngomong agama.


Berikut 6 judul esai saya mengkritik 4 tipe kiai kurangajar: 

  1. Jika Kiai Pengasuh Santri Hilang Rasa Malu
  2. Empat Jenis Kiai yang Harus Dihindari
  3. Pengalaman Saya Melawan "Kiai Sakti" Nasir Muhyi
  4. Jangan Beriman Kepada Kiai Klenik Halu
  5. Godaan Kiai Cluthak dan Jelalatan
  6. Kiai Ndawir Bisa Cepat Kaya Bermodal Bohong


Saya akan kuliti satu-persatu empat jenis kiai yang merugikan itu, sesuai pengalaman saya bergaul dengan mereka dan apa yang telah saya lakukan dan tidak saya lakukan. Simak secara serial tulisan saya. Semua yang saya lakukan demi edukasi. Bukan provokasi. 


Salah bila disebut selain edukasi. Lha wong bapakku, mbah ku, buyutku, canggahku, yo kiai kabeh. Sampe tutuk urutan nasab ke-14, yo dikenal sebagai kiai kok. Pak Lek, Pak Dhe, Mbah, Buyut, yo akeh sing ngelola pesantren. 


Karena saya dekat dengan lingkungan santri dan pesantren, saya tahu abang ijone, yang ancum-ancum belum tentu tahu. Simak yah. [badriologi.com]


M. Abdullah Badri, mantan Sekretaris PC LTN NU Kabupaten Jepara.

Flashdisk Ribuan Kitab PDF

close
Iklan Flashdisk Gus Baha